Jumat, 27 Maret 2015
Tribunnews.com

Demi Tato di Tubuh Rela Barter dengan Sepeda Motor

Rabu, 22 Mei 2013 02:57 WIB

Demi Tato di Tubuh Rela Barter dengan Sepeda Motor
IST
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Tato atau lebih dikenal dengan rajah telah menjadi bagian dari masyarakat sejak lama. Menengok sejarah, Suku Mentawai memandang tato sebagai suatu hal yang sakral bahkan berfungsi sebagai simbol keseimbangan alam.

Sementara di Borneo penduduk asli wanita disana menganggap bahwa tato merupakan sebuah simbol yang menunjukkan keahlian khusus.

BAGAIMANA dengan Manado? Saat ini tato memiliki arti tersendiri bagi setiap orang, tak sedikit mengidentikkan tato dengan preman atau pelaku kriminal, namun sebagian lainnya tato telah menjadi gaya hidup menunjukkan ciri khas dan karakteristik hingga untuk mengais rezeki di Manado.

Didik Mumek (31) Warga Kampung Baru, Teling Manado mengaku memiliki penghasilan antara Rp 5 Juta hingga 10 Juta setiap bulan dari pekerjaannya sebagai tukang tato amatiran. Ia mengakui belum memiliki sertifikat sebagai tukang tato profesional namun sejak 4 tahun lalu ia telah merajah lebih kurang 1000 orang dan sebagian besar suka dengan tato buatannya.

"Tato di tangan saya ini memang jelek, karena ini untuk belajar tapi jangan salah saya bisa membuat tato dengan berbagai gambar mulai dari realis, abstrak hingga pemandangan alam," jelasnya.

Ia kemudian menunjukkan foto hasil tato buatannya melalui ponsel yang ia pegang, terlihat tato dengan corak tiga dimensi dan detil gambar tato di lengan kliennya tampak bagus.

Halaman123
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas