Kamis, 28 Mei 2015
Tribunnews.com

7 Ribu Buruh Migas Tak Kunjung Nikmati Kenaikan Upah

Kamis, 23 Mei 2013 09:31 WIB

7 Ribu Buruh Migas Tak Kunjung Nikmati Kenaikan Upah
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hengki Seprihadi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Sebanyak tak kurang dari tujuh ribu buruh sektor Migas di Riau hingga Rabu (22/5/2013), masih menunggu untuk bisa menikmati kenaikan upah sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Sebab, meski sudah ada kesepakaatan bipartit antara asosiasi pengusaha dan serikat buruh, kenaikan upah belum serta merta berlaku tanpa adanya peraturan gubernur yang sudah diundangkan sekretaris daerah.
Kenaikan upah itu berlaku sejak Januari 2013. Artinya, setiap buruh sektor migas, akan menarima secara rapel kenaikan upah itu.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Riau, Ruzaini, Rabu (22/5/2013) membenarkan keterangan Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau soal proses penggodokan Pergub tentang upah minimum sektor Migas Riau tahun 2013.

"Kami selaku satuan kerja sudah meengirimkan permohonan untuk mengundangkan kesepakatan upah sektor ini. Karena menurut undang undang tenaga kerja, upah sektor ini harus diundangkan dengan Pergub. Bahkan, karena kami terus menerima keluhan teman-teman serikat buruh, kami telah pula menyurati kembali untuk menanyakan perkembangan harmonisasi itu," ujar Ruzaini.

Upah minimum sektor Migas di Riau belum bisa berlaku. Pasalnya, besaran upah minimum tahun 2013 ini, belum bisa diundangkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Tidak adanya pejabat sekretaris daerah menjadi penyebabnya.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas