• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Awasi Penggunaan Dana BOS, KPK Kunjungi Sekolah di Bantul

Kamis, 23 Mei 2013 02:28 WIB
Awasi Penggunaan Dana BOS, KPK Kunjungi Sekolah di Bantul
dok.tribunnews
KPK

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi beberapa sekolah di Kabupaten Bantul, Rabu (22/5/2013). Kedatangan petugas KPK dalam rangka memonitor pelaksanaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat. Satu sekolah yang didatangi petugas KPK adalah SMPN 1 Bantul.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Bantul, Bambang Edi Sulistiyana, petugas KPK datang ke sekolahnya sekitar pukul 11.30 WIB. Ia mengaku tak terkejut ada petugas KPK datang, sebab tahun lalu pun sekolahnya juga diperiksa terkait pemakaian dana BOS Nasional.

"Cuma diperiksa sebentar, sekitar 15 menit saja, enggak lama. Dua petugas KPK melihat pembukuan penggunaan dana BOS Nasional," ujarnya saat diminta konfirmasi Tribun Rabu (22/5/2013).

Edi mengklaim, sekolahnya sudah menggunakan dana BOS tersebut sesuai 13 yang ditentukan oleh peraturan. Hanya saja, Edi tak memerinci poin yang dimaksud tersebut.

"Penggunaan dana BOS di antaranya, untuk kegiatan mutu anak, ekstakurikuler dan uji kompetensi. Semua ada laporannya, jadi kami siap saja diperiksa kapan pun," ujarnya.

Senada diungkapkan, Eni Purwanti selaku bendahara SMPN 1 Bantul, KPK hanya 15 menit melakukan pemeriksaan. "Tadi diminta mengisi dana BOS tahun 2012, terus mengisi formulir untuk dikirim ke KPK," jelasnya.

Sementara itu, Petugas Fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Indraza Marzuki menjelaskan, sedianya KPK akan mendatangi sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Bantul sebagai sampling.

"Baru tujuh sekolah, ini program tahunan dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi bukan penindakan," ujarnya usai memeriksa penggunaan BOS di SMPN 1 Bantul.

Indraza menerangkan, sekolah yang didatangi tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Hasil monitoring ini untuk direkomendasikan ke pihak terkait. Dalam penerapan dana BOS, sebagian besar sekolah sangat berhati-hati dalam menjalankan dana sebesar Rp 580 ribu per murid per bulan tersebut.

"Memang berat tugas guru dan sekolah. Yang kita lihat permasalahan bukan kesalahan," ujarnya.

Indraza menambahkan, program serupa akan dilanjutkan ke wilayah timur antara lain Sulawesi dan Papua, sebelumnya program ini sudah dilaksanakan di Bali, Jateng, dan Yogyakarta.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1818472 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas