Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Gelapkan Uang Rp 300 Juta, Marketing Perumahan di Surabaya Dipolisikan

Kamis, 23 Mei 2013 01:24 WIB

Gelapkan Uang Rp 300 Juta, Marketing Perumahan di Surabaya Dipolisikan
Kontan
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Marketing sebuah perumahan di Waru, Farans Ayuthaya (46) dijebloskan ke tahanan Polsek Waru karena dituduh menggelapkan uang pembeli sebesar Rp 300 juta.

Warga Desa Sugiwaras Kecamatan Candi itu meringkuk di balik terali jeruji besi setelah dilaporkan Didi Sungkono, warga Magersari. Bahwasanya, uang pembelian rumah di Perumahan Perum Kartika Mas Regency di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, tidak sampai pada pihak developer atau PT Mitrawan Jati Utama berkantor di Jalan Kalisari, Surabaya.

Kapolsek Waru Kompol Hendriyana didampingi Kanit Reskrim AKP Maryoko memeriksa tersangka di mapolsek.
"Yang jelas kasus ini masih dalam penyidikan untuk mengusut kemana larinya uang itu," katanya, Rabu (22/5/2013).

Informasinya, korban Didi Sungkono membeli salah satu rumah di Perum Kartika Mas Regency Desa Wedoro Kecamatan Waru. Harga sesuai kesepakatan sekitar Rp 435 juta. Pembayaran pertama dilakukan September 2012 sekitar pukul 09.00 WIB dibayar Rp 300 juta ke tersangka sebagai marketing perumahan. April 2013, korban akan melunasi kekurangannya sebesar Rp 135 juta.

Betapa terkejutnya korban saat mengecek ke pihak developer, bahwa uangnya belum masuk. Sontak, korban kaget karena uangnya sudah dibayarkan lewat tersangka. Korban lantas menanyakan ke tersangka dan tersangka berjanji akan mengembalikan. Nyatanya, uang belum juga kembali dan korban lapor ke Polsek Waru.

Tersangka Farans Ayuthaya saat diperiksa penyidik mengaku uang itu sudah dikembalikan sekitar Rp 135 juta melalui transfer dengan bukti pengiriman. Namun sisanya, sekitar Rp 165 juta, tak ada bukti. Karena dianggap janggal, pemeriksaan tersangka terus didalami.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas