• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Lulus UN, Oknum Pelajar Pesta Seks

Sabtu, 25 Mei 2013 01:50 WIB
Lulus UN, Oknum Pelajar Pesta Seks
www.findyourloverblog.co.uk
Ilustrasi seks dengan ganti-ganti pasangan

TRIBUNNEWS.COM, LUBUK LINGGAU - Menjelang Jumat dini hari suasana kafe-kafe sederhana di kawasan Kampung Baru, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara, semakin ramai pengunjung.

Linggau Madani yang didengung-dengungkan seolah kalah dengan dentuman musik berirama remix yang diputar hampir di setiap kafe. Pengunjung didominasi kaum muda terlihat duduk-duduk santai di teras kafe sembari bercengkrama dengan beberapa pelayan kafe bertubuh seksi dibalut pakaian minim.

Seorang pengunjung berinisial DA (17) mengaku siswa kelas XII SMA di Kabupaten Musirawas. Dia datang bersama empat orang rekannya dengan mengendarai sepeda motor. Lima pelajar itu menunggu kelulusan ujian nasional(UN) yang diumumkan, Jumat (25/5/2013) sore.

Awalnya, DA mengakui berkunjung ke Kampung Baru yang juga disebut daerah Patok Besi untuk bersantai bersama teman-temannya itu. Minuman keras oplosan yang telah dimasukkan dalam botol air mineral sesekali diteguknya.

"Mau santai saja di sini, sekalian cuci mata," katanya singkat.

Dibincangi lebih lama DA mengaku hendak menggunakan jasa PSK di kafe itu. Dia mengaku sudah sering ke sana, tetapi malam itu lebih spesial karena sekalian merayakan kelulusan UN dengan teman-temannya.

DA tak sulit didekati. Di bawah pengaruh alkohol, dia bicara terbuka di teras kafe itu. DA mengatakan,  dalam sebulan dia dapat mengunjungi tempat mesum tersebut empat kali. Dia pun mengaku seringkali melakukan transaksi seks dengan beberapa wanita yang tersedia di sana.

Untuk dapat sejenak melepas hasrat, remaja tersebut merogoh kocek Rp 300 ribu. Menurutnya lama atau tidaknya hubungan dengan wanita dapat diatur sesuai dengan kemampuannya.

"Jika telah capai ya berhenti, cuma tiga ratus ribu saja," katanya.

Ia mengaku telah lima kali melakukan hubungan seks di tempat tersebut. Keingintahuan mulanya mengantarkan DA untuk mencoba melakukan perbuatan tersebut, selanjutnya menjadi ketagihan. Dia juga mengakui teman-temannya banyak yang telah terjerumus dalam kenikmatan sesaat di tempat tersebut.

DA mengatakan, di tempat itu dia tidak pernah menggunakan karet pengaman dan langsung dapat bernegosiasi perempuan yang dia sukai. DA memilih tidak menggunakan perantara sehingga dapat langsung tawar menawar harga.

Di Kampung Baru, remaja pria dan dewasa dapat mencari pasangan cinta satu malam sesuai selera. Ada perempuan yang masih sangat muda (ABG), berusia 20-an tahun, dan ada pula yang berusia di atas tiga puluhan. Mayoritas mereka berasal dari Jawa Barat.

Dalam setiap kafe ada kamar kamar khusus yang dipergunakan untuk bercinta. Tanpa ada kecurigaan bahwa akan adanya razia. Menurut DA, selama enam bulan terakhir tak sekalipun ada razia di tempat tersebut.

"Katek razia, aman bae, idak tau siapo bekingnyo" kata dia.

DA lantas mengajak Tribun menemui perempuan yang menjadi langganannya. Nama perempuan berwajah manis itu Diana, berumur 21 tahun. Sudah satu tahun dia mencari nafkah di Kampung Baru.

Dalam kesempatan berbincang singkat itu, Diana mengaku siap melayani siapa pun yang membayarnya. Menurut dia pengunjung yang seringkali datang adalah para sopir dan remaja.

"Masih muda muda, yang tua juga ada," katanya sebelum berlalu bersama DA menuju bagian dalam kafe yang lebih temaram.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Sumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1827172 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas