Novri Mencoba Tegar Meski Tak Bisa Selamatkan Anaknya

Sabtu, 25 Mei 2013 20:30 WIB

Novri Mencoba Tegar Meski Tak Bisa Selamatkan Anaknya
Sriwijaya Post

TRIBUNNEWS.COM,  TONDANO - Novri Mentu tidak menyangka keinginan untuk berwisata dengan anaknya Pingkan Mentu akan berakhir tragis.

Ditemui Tribun Manado di ruang jenazah RS Bethesda Tomohon, Novri nampak tegar. Dirinya menceritakan kronologi kejadian tenggelamnya belasan remaja GMIM Sentrum Tondano yang berujung meninggalnya sembilan orang termasuk anaknya.

Saat itu Novri sedang duduk di tanjung yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi anak saya dan teman-temannya berenang. Lamunannya pecah saat dua remaja berlari sambil mengatakan kalau banyak anak-anak yang tenggelam.

Mendengar informasi tersebut Novri langsung panik dan berlari kearah tempat kejadian perkara. Saat itu pikirannya hanya tertuju pada anaknya, Pingkan yang diketahui berenang di lokasi tersebut.

"Sampai di lokasi saya lihat tubuh anak-anak sudah mengapung di atas air. Saya langsung berenang kearah korban. Setelah berada di air saya tidak lagi memikirkan anak saya. Saya melihat ada dua tubuh korban yang telah mengapung dan langsung saya tarik ke pantai. Satu korban saya pegang dengan tangan kiri dan satu korban lainnya saya dorong sambil berenang dengan tangan kanan," ujarnya.

Setelah berjarak sekitar 20 meter dari tepi pantai, Novri menyuruh teman korban untuk menarik sampai pantai.m dia kembali berenang kearah korban dan melakukan hal serupa sampai tiga kali.

"Saat kali ketiga menarik korban saya mulai kehabisan tenaga. Tubuh saya mulai tenggelam dan beberapa kali terminum air laut," ujarnya.

Halaman
12
Tags
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help