• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Novri Mencoba Tegar Meski Tak Bisa Selamatkan Anaknya

Sabtu, 25 Mei 2013 20:30 WIB
Novri Mencoba Tegar Meski Tak Bisa Selamatkan Anaknya
Sriwijaya Post

TRIBUNNEWS.COM,  TONDANO - Novri Mentu tidak menyangka keinginan untuk berwisata dengan anaknya Pingkan Mentu akan berakhir tragis.

Ditemui Tribun Manado di ruang jenazah RS Bethesda Tomohon, Novri nampak tegar. Dirinya menceritakan kronologi kejadian tenggelamnya belasan remaja GMIM Sentrum Tondano yang berujung meninggalnya sembilan orang termasuk anaknya.

Saat itu Novri sedang duduk di tanjung yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi anak saya dan teman-temannya berenang. Lamunannya pecah saat dua remaja berlari sambil mengatakan kalau banyak anak-anak yang tenggelam.

Mendengar informasi tersebut Novri langsung panik dan berlari kearah tempat kejadian perkara. Saat itu pikirannya hanya tertuju pada anaknya, Pingkan yang diketahui berenang di lokasi tersebut.

"Sampai di lokasi saya lihat tubuh anak-anak sudah mengapung di atas air. Saya langsung berenang kearah korban. Setelah berada di air saya tidak lagi memikirkan anak saya. Saya melihat ada dua tubuh korban yang telah mengapung dan langsung saya tarik ke pantai. Satu korban saya pegang dengan tangan kiri dan satu korban lainnya saya dorong sambil berenang dengan tangan kanan," ujarnya.

Setelah berjarak sekitar 20 meter dari tepi pantai, Novri menyuruh teman korban untuk menarik sampai pantai.m dia kembali berenang kearah korban dan melakukan hal serupa sampai tiga kali.

"Saat kali ketiga menarik korban saya mulai kehabisan tenaga. Tubuh saya mulai tenggelam dan beberapa kali terminum air laut," ujarnya.

Saat tenaganya hampir habis Novri teringat anaknya yang belum ditemukan. Saat kembali dirinya mengenali pakaian yang digunakan anaknya saat itu. Dengan sisa tenaga yang hampir habis dirinya berusaha berenang menuju tubuh anaknya.

"Saya lihat celana anak saya dan saya langsung tahu itu adalah anak saya. Dari sekian banyak korban yang mampu saya evakuasi, tenaga saya yang terakhir digunakan untuk membawa anak saya ke pantai," ujarnya.

Novri nampak tabah menghadapi kejadian naas yang menimpa anaknya. Dengan pakaian yang masih basah dirinya menerima ucapan belasungkawa orang-orang yang datang ke RS Bethesda, termasuk anggota DPRD Minahasa, Careig N Runtu.

Saat seorang sahabat datang, Novri tidak kuasa membendung air matanya. Dirinya menangis sambil berucap dirinya tidak bisa menyelamatkan semua korban, terlebih anak perempuannya. (luc)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Manado
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1829192 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas