Minggu, 2 Agustus 2015
Tribunnews.com

Mark Up BBM Dua Eks Pejabat di Dinas KLH Siantar Dituntut 1,5 Tahun

Senin, 27 Mei 2013 16:12 WIB

Mark Up BBM Dua Eks Pejabat di Dinas KLH Siantar Dituntut 1,5 Tahun
IST

Laporan Wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM MEDAN,- Akibat ulah keduanya melakukan mark up pembelian bahan bakar minyak (BBM) pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (KLH) Pematangsiantar, dua orang yakni Rahmat Marzuki selaku kasubdis kebersihan dan mantan bendahara rutin dinas kebersihan Mikrot, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun dan enam bulan penjara (1,5) tahun.

Di ruang cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, jaksa menyatakan keduanya terbukti melakukan korupsi yang dilakukan bersama-sama. Keduanya pun dikenakan pasal 3 UU NO 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain tuntutan penjara, kedua terdakwa pun dituntut untuk membayar denda masing-masing Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan. Namun, jaksa menilai, atas dasar kedua terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara maka kepada keduanya tidak dibebankan lagi untuk membayar uang pengganti (UP).

"Menuntut, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana diatur dan diancam pada pasal 3 UU NO 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan," ujar jaksa dihadapan ketua majelis hakim Ahcmad Guntur, Senin (27/5).

Kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 657.677.000, pada tahun 2007 silam ini bermula, tak kala Dinas KLH Pematangsiantar yang dipimpin Jhonson Simanjuntak selaku Kadis, mendapat anggaran untuk belanja BBM atau gas Rp 2.198.390.500 dan dari jumlah tersebut yang direalisasi Rp 2.105.187.350.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas