Pilkades Ponorogo Bermasalah, Warga Gugat Bupati, Camat dan Sekdes

Kami bersama ratusan warga ingin mengadukan kejanggalan dalam aturan pilkades dalam perdes yang menyalahi atauran

Pilkades Ponorogo Bermasalah, Warga Gugat Bupati, Camat dan Sekdes
surya/sudarmawan
LURUK DEWAN - Ratusan warga melurukan kantor DPRD usai mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Ponorogo soal Pilkades yang bersengketa untuk Bupati serta Camat dan Sekdes se Ponorogo, Senin (27/5/2013).

Laporan wartawan Surya,Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Ratusan warga Ponorogo dari sejumlah desa yang bermasalah dalam pelaksanaan Pilkades meluruk Pengadilan Negeri dan DPRD Ponorogo, Senin (27/5/2013).

Ratusan warga tersebut bermaksud mendaftarakan gugatan soal Pilkades yang dipenuhi kecurangan dengan target Bupati serta Camat dan Sekdes se Ponorogo yang menggelar Pilkades.

Sedangkan meluruk ke DPRD Ponorogo  untuk menuntut pemilihan kepala desa serentak dihentikan dan diulang.

Alasannya, banyak kasus Pilkades yang diduga menyalahi aturan.

Beberapa warga gabungan dari desa yang meninggalkan permasalahan dalam pilkades diantaranya Desa Ngloning, Kecamatan Slahung karena ada pelanggaran adanya satu orang membawa dua surat pemilih.

Dalam Pilkades yang digelar di Balai Desa Ngloning, Rabu (15/5) lalu dari total suara sah dua calon Kades ada 736 suara. Rinciannya Cakades nomor urut 1 Wiyono mendapatkan 333 suara dan Cakades nomor urut 2 Efendy Setyo Rudi Asmoro mendapat 396 suara serta sebanyak 7 kertas suara dinyatakan rusak.

Tidak hanya itu, permasalahan yang ditimbulkan dalam pilkades, juga terjadi di Desa Trisono, Kecamatan Babadan.

Diduga ada pelanggaran dengan adanya selisih surat 10 suara dari penghitungan awal.

Awalnya 3.236 suara setelah dilakukan penghitungan suara menjadi 3.246 suara , sehingga terjadi selih surat suara.

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help