• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Pilkada Bondowoso Digugat ke MK

Rabu, 29 Mei 2013 11:48 WIB
Pilkada Bondowoso Digugat ke MK
TRIBUNNEWS.COM/Eri Komar Sinaga
Calon Wakil Bupati Bondowoso Harimas 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan calon Bupati Bondowoso Haris Sonhaji - Harimas (Harisma) mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ke Mahkamah Konsitusi (MK).

Mereka berdua meminta MK membatalkan rekapitulasi KPU Bondowoso dan melakukan pilkada ulang. Keduanya menilai Pilkada Bondowoso hanya akal-akalan, tidak demokratis.

"Masalahnya di Pilkada Bondowoso itu hanya ada dua pasangan sehingga hakikatnya Pemilu di Bondowoso tidak sah karena hanya diikuti oleh satu pasangan calon sehingga mesti dilakukan pemilu ulang," ujar Harimas usai persidangan di MK, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Harimas menerangkan sebenarnya pasangan Mustawiyanto-Abdul Manan (Muna) yang ditetapkan KPU Bondowoso sebagai peserta Pemilukada hanyalah 'boneka' pasangan Aswaja agar menang Pilkada.

"Muna yang awalnya itu sebagai bonekanya Aswaja untuk mendapingi karane Pilkada minimal harus ada dua pasangan calon, pada 1 Mei sebelum pemilihan (Pencoblosan suara 6 Mei, red) partai pengusung Muna PKNU telah menarik dukungannya, dan itu dibenarkan di dalam PKPU No.5/2012 pasal 101-102," ujarnya.

Merasa haknya untuk mengikuti Pilkada dihalang-halangi, Harimas kemudian melaporkan KPU dan Panwaslu Bondowos ke Dewan Penyelenggara Pemilu (DKPP). DKPP memutuskan memecat ketua dan dua anggota KPU Bondowoso dan seorang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bondowoso.

"Tapi sayangya putusan DKPP itu sudah terjadi setelah proses Pilkada selesai, sehingga seharusnya ini dibatalkan. Itu merupakan kewenangan MK untuk memutuskan seadil-adilnya. Lebih-lebih sebelum pemilihan, dari proses pendaftaran tadi itu, Muna ini mengakui sendiri keikutsertaannya sebagai landansan (boneka) dalam Pilkada," katanya.

Berikut adalah kronologis kisruh Pilkada Bondowoso:

11 Januari Pasangan Harisma mendaftar di KPU Bondowoso. Harisma hadir dengan partai pengusung yang berjumlah 13 namun tidak dilayani.

Beberapa saat kemudian, pasangan Aswaja mendaftar ke KPU Bondowoso. Karena pasangan Harisma tidak dilayani, maka diputuskan tidak ada pendaftar pertama dan kedua.

31 Januari KPU menutup pendaftaran.

6 Februari KPU Bondowoso menetapkan pasangan Harisma sebagai pendaftar pertama. KPU kemudian meralatnya dan menetapkan sebagai pendaftar kedua.

7 Januari, KPU Bondowos menyatakan pasangan Harisma gugur. KPU kemudian dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

16 Mei DKPP memecat ketua dan dua anggota KPU Bondowoso, dan satu Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bondowoso.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1842862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas