• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribunnews.com

Bawaslu ; Posisi Ketua KPU Sulsel Bisa Diperdebatkan

Kamis, 30 Mei 2013 14:56 WIB
Bawaslu ; Posisi Ketua KPU Sulsel Bisa Diperdebatkan
net
Bawaslu

Laporan Wartawan Tribun Timur, Yasdin

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menganggap posisi ketua yang dijabat Iqbal Latief masih bisa diperdebatkan. Hal itu dikarenakan Iqbal Latief terlibat dalam kepengurusan FKPSM yang merupakan salah satu organisasi pendukung pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang (Sayang) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 lalu.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi mengatakan, pemilihan komisioner KPU telah diatur oleh aturan perundang-undangan. Menurutnya, polemik ketua dan komisioner KPU mestinya telah selesai setelah tim seleksi menetapkan mereka menjadi calon komisioner karena saat itu mereka telah lolos secara adminisitrasi. Hal ini juga berlaku bagi Iqbal Latief yang dianggap pernah terlibat dalam politik praktis karena merupakan bagian dari organisasi pendukung Sayang pada Pilgub lalu.

Arumahi belum bisa memastikan apakah posisi Iqbal Latief dalam organisasi itu merupakan tindakan yang menyalahi aturan. Menurutnya, dalam aturan yang ada, yang tidak dibenarkan untuk menjadi komisioner KPU adalah orang yang pernah terlibat dalam struktur pemenangan pasangan calon pada sebuah kontestasi politik.

"Kalau itu dianggap tim kampanye terdaftar di KPU jelas melanggar. Standarnya begitu, undang-undangnya begitu. Nama-nama yang terdaftar di KPU itu yang akan menjadi ukuran.Yang dilarang sesuai persyaratan adalah tim kampanye. Posisi beliau masih bisa diperdebatakan, banyak pendapat," Kata Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, Kamis (30/5).

Menurut Arumahi, perdebatan yang dimaksudkan karena posisi Iqbal belum dapat dipastikan apakan benar menjadi suksesor Sayang di dalam organisasi FKPSM. Arumahi bahkan cenderung membela posisi Iqbal Latief. "Kalau berada di organisasi, tidak semua orang di organisasi itu mendukung. Orang perorang bisa saja tidak mendukung. Tidak secara otomatis pernyataan lembaga mewakili perorangan," jelasnya.

Arumahi menyatakan, saat proses penjaringan tim seleksi telah melakukan verifikasi terhadap seluruh bakal calon komisioner KPU. Saat uji publik, timsel telah meminta pendapat dan masukan dari masyarakat."Itu sebanranya sudah harus clear di timsel. ada pandangan masyarakat. Kalau sekarang dimunculkan ada apa? Kan sudah di klarifikasi oleh timse," lanjutnya.

Mantan Panwaslu Sulsel ini bahkan menanyakan wacana yang sedang bergulir ini. "Saya kira laporan ini sudah masuk di timsel dan saya tidak tahu kenapa baru terkuak," tambahnya. Dia berharap, Iqbal Latief tetap menjaga independensinya. (yas)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1848092 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas