Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Pil Dextro Berbungkus Deterjen Gagal Diselundupkan ke Lapas

Kamis, 30 Mei 2013 02:52 WIB

Pil Dextro Berbungkus Deterjen Gagal Diselundupkan ke Lapas
DOK TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, BALEENDAH - Ribuan butir pil dextro yang dimasukkan dalam satu bungkus besar deterjen bubuk, diamankan polisi khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Narkotika Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Pil tersebut akan diedarkan dalam lapas seharga Rp 3.000 per butir. Kepala Lapas Narkotika Jelekong Alfi Zahrin Kiemas mengatakan, setelah dihitung, jumlah pil dextro sebanyak 3.828 butir.

Pil itu disita dari dua pengunjung asal Majalaya, yang akan menjenguk seorang tahanan, pekan lalu. Dua pengunjung itu berinisial YY (20) dan RS (30). Rencananya, ribuan pil dextro diberikan kepada seorang narapidana berinisial AS (28).

"Pil itu dibawa saat jam besuk tahanan. Modus yang digunakan dengan cara memasukkan pil dextro ke dalam deterjen warna biru berukuran 900 gram. Sebelumnya memang sudah ada informasi soal penyelundupan pil itu. Jadi, kami semakin memerketat penjagaannya," ujar Alfi di Lapas Narkotika Jelekong, Jalan Rancamanuk, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Rabu (28/5/2013).

Mulanya, lanjut Alfi, petugas mencurigai kemasan deterjen yang dibawa. Karena, perekat kemasan seperti telah dibuka dan dilem kembali. Kemudian petugas memeriksa secara manual. Setelah dibuka, ternyata terdapat ribuan pil.

"Setelah memastikan bahwa pil-pil yang terdapat dalam kantong deterjen adalah pil dextro, kami menangkap dua orang yang membawanya. Katanya, kedua orang ini disuruh seseorang untuk mengantarkan barang tersebut kepada AS. Namun, ternyata kedua orang ini tidak mengenal AS," paparnya.

Berdasarkan keterangan AS, pil dextro ini untuk dikonsumsi sendiri. Namun, pihak lapas tidak percaya begitu saja. Setelah didesak, AS mengaku. Ia mengatakan, selain mengonsumsinya sendiri, pil itu akan ia jual kepada penghuni lapas yang lain.

"AS merupakan narapidana kasus pencurian dengan kekerasan atau melanggar pasal 365. Ia dihukum 3,5 tahun. Ia telah menjalani hukuman selama dua tahun lebih," ujarnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas