• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Jangkrik Jelekong Bisa Tembus ke Hongkong

Jumat, 31 Mei 2013 08:14 WIB
Jangkrik Jelekong Bisa Tembus ke Hongkong
net

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Batas dinding beton yang menjulang serta jeruji besi tidak membuat kreativitas narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, terhambat.

Selain bisa berkreativitas, para warga binaan di sana juga mendapat usaha sampingan dari karya yang mereka buat.

Pembuatan sangkar burung, pin, budi daya jangkrik, dan sablon kaus menjadi kegiatan rutin yang dilakukan warga binaan. Kegiatan itu dilakukan sebagai bekal untuk menghadapi dunia luar, selepas dari Lapas.
Topan (26), salah seorang warga binaan, mengakui keterampilan yang didapat bisa menjadi modal jika sudah keluar dari Lapas. Kegiatan tersebut dirasakannya sangat bermanfaat.

"Alhamdulillah, di sini saya difasilitasi untuk bisa berkreativitas. Bisa jadi modal juga setelah saya bebas dari sini. Sudah kapok berbuat kriminal. Pengennya kalau sudah bebas mau menekuni keterampilan yang sudah didapat dari sini," ujar Topan di Lapas Narkotika Jelekong, Rabu (29/5).

Ia bersama lima kawannya sudah beberapa bulan menekuni pembuatan pin dan sablon kaus. Dalam sebulan, bisa dihasilkan sekitar 60 gros (8.640 buah) pin. Pin tersebut sudah dipasarkan ke beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bandung.

"Merek pin yang dibuat asli buatan bui. Kami namakan sesuai dengan tempat kami berasal. Selain itu, agar warga di luar bisa menyadari bahwa kami yang ada dalam bui bisa berkreativitas. Tidak selalu orang dibui itu tidak bermanfaat. Jadi kami buktikan dengan hasil karya kami," kata Ahot, nama panggilan lain Topan.

Pria yang dihukum selama 2,5 tahun karena kasus pencurian motor ini berharap pandangan masyarakat kepada narapidana tidak sebelah mata. Warga Pasirkoja, Kota Bandung, ini berharap ia bersama temannya di lapas bisa diterima oleh masyarakat setelah bebas.

"Kami juga menerima pesanan kok. Jadi, kalau ada yang mau bikin pin dan kaus, bisa pesan ke kami di lapas," ujar Topan sembari tertawa.

Kepala Lapas Narkotika Jelekong, Alfi Zahrin Kiemas, menjelaskan, selain membuat pin, warga binaan di lapas juga membudidayakan jangkrik. Jangkrik tersebut nantinya akan diekspor ke luar negeri sebagai bahan kosmetik di Hongkong dan Cina.

"Untuk penjualannya sendiri kami beri ke bandar dulu yang ada di daerah Majalaya. Sama bandar diekspor ke luar negeri. Pin dan barang yang lainnya juga sama. Diberikan ke bandar dulu sebelum dijual ke mal," kata Alfi.

Ia menginginkan, warga binaan Lapas bisa mandiri dan tidak melakukan tindak kejahatan. Kegiatan yang diadakan lapas diharap bisa menjadi bekal bagi setiap individu. Jangan sampai setelah keluar dari lapas, malah menjadi beban bagi dirinya sendiri atau masyarakat. Apalagi berbuat kriminalitas kembali.

Moto lapas "Tidak selamanya terpenjara jahat dan tidak selamanya orang di luar baik" bisa menjadi pemicu bagi para warga binaan agar tidak putus asa. Selain pengembangan di bidang keterampilan, kata Alfi, pihak lapas akan segera mengadakan kegiatan pendidikan dan kerohanian bagi warga binaan.

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
1850422 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas