• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Mertua Surung Panjaitan Marahi Penyidik KPK

Senin, 3 Juni 2013 21:55 WIB
Mertua Surung Panjaitan Marahi Penyidik KPK
Tribun Medan/Feriansyah
Rumah mewah milik Surung Panjaitan, tersangka penyuap Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara, di Jalan KH Ahmad Dahlan No 9, Medan dikabarkan digeledah Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/6/2013). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Feriansyah Nasution

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ibunda dr Blondina Manurung, yang diketahui boru Ritonga mengomeli penyidik KPK saat berada di rumah menantu dan anak perempuannya, di Jalan KH Ahmad Dahlan No 9 Medan, Senin (3/6/2013).

Ibu Ritonga datang ketika proses penggeledahan KPK sudah berlangsung sekitar dua jam di rumah menantunya, Surung Panjaitan, tersangka suap Bupati Madina Hidayat Batubara. Ia datang diantarkan Ambulan RSU Prof Dr Boloni.

Cerita Hisar Sitanggang, Kepling I, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, ibunda Blondina protes kepada penyidik KPK yang juga memeriksa kediaman anaknya. Padahal, penyidik KPK juga sudah menggeledah rumah sakit miliknya.

"Ngapain lagi kalian (KPK) kesini, tadi di sana (RS Boloni) sudah kalian periksa juga," ujar Hisar kepada wartawan menirukan omelan Ibunda Blondina kepada petugas KPK saat berada dalam rumah.

"Waktu direpeti itu, mereka (KPK) diam saja, lalu ada yang menjawab 'kami resmi bu' terus sambil menunjukkan kartu nama anggota KPK," kata Hisar.

Hisar juga bercerita Ibunda Blondina sempat memarahi pengacara perusahaan milik Surung Panjaitan.

"Kenapa disana kau nggak datang, pengacara apa kau," ujar Hisar menirukan Ibunda Blondina.

Hisar mengatakan, Surung Panjaitan dan istrinya sudah dua tahun berdomisili di lingkungannya itu. Surung membeli rumah mewah tersebut dari pemilik sebelumnya warga keturunan.

"Dia bukan warga kita, masih hanya sekedar domisili disini. Surat rumah belum nama dia, masih nama pemilik aslinya orang Tionghoa," ujarnya.

Hisar yang sudah lima tahun menjadi kepala lingkungan disana mengatakan, keluarga Surung biasa-biasa saja.

"Baik juga nggak, biasa-biasa saja. Malah ada dulu orang jualan di depan seberang jalan rumahnya disuruh bongkar kedainya melalui saya. Akhirnya saya minta penjual bakso itu pindah, sekarang sudah tak jualan lagi pedagangnya karena nggak laku," katanya.

Hisar sempat mendengar, rumah tersebut dibeli Surung Panjaitan untuk anak sulungnya seorang laki-laki.

"Tapi anaknya nggak mau, karena setelah menikah dengan putri Pak Lintong Siahaan, anaknya memilih tinggal di Jakarta," ceritanya.

Hisar juga mengaku baru beberapa kali diberi uang oleh keluarga Surung melalui istrinya dr Blondina Marpaung.

"Pelit juga, saya pernah dikasih cuma Rp 20 ribu waktu acara tahun baru. Paling tinggi pernahlah Rp 40 ribu dikasih Ibu itu mungkin tahun baru 2012," ujarnya.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Medan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas