• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

Pesona Pulau Durai Yang Mendunia

Selasa, 4 Juni 2013 05:26 WIB
Pesona Pulau Durai Yang Mendunia
backpackerindonesia.com
Pasir putih di Pulau Durai 

TRIBUNNEWS.COM -- Wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang terletak di sekitar perairan Laut Cina Selatan, ternyata memiliki keistimewaan tersendiri. Dimana panorama bawah airnya menjadi salah satu daya tarik tersendiri, yang bisa ditawarkan. Khususnya untuk pengembangan pariwisata bahari.

Salah satu tempat yang selalu menimbuulkan decak kagum para wisatawan antara lain Pulau Bawah yang memiliki keindahan bawah lautnya, serta Pulau Durai, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang memiliki panorama alam yang indah berupa hamparan pasir putih serta merupakan tempat habitat penyu belimbing (Dermocheyls Coriacea).

Sofyan, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disbudparpora Anambas kepada awak media menuturkan, pulau Durai telah diusulkan sebagai kawasan konservasi ke Pusat, untuk dijadikan Wisata Konservasi Penyu.

"Tidak hanya pantainya yang indah, pulau ini dipenuhi penyu pada sore hari. Ini merupakan salah satu wisata andalan di Anambas," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, semenjak tahun 2009 hingga tahun 2012, konservasi alam yang ada di Pulau Durai telah di kelola dengan baik oleh perusahaan Minyak dan Gas Primer Oil di Pulau Durai, Kecamatan Palmatak. Bahkan dalamn kurun waktu tersebut telah melepas 163.953 tukik atau anak penyu ke habitat aslinya di Kawasan Konservasi tersebut.

Abu Hanifa, Corporate Social Responsibility (CSR) Primer Oil saat menghubungi Bintan News beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa jenis tukik yang dilepasnya terdiri dari beberapa jenis, mulai dari penyu belimbing, penyu lekang dan penyu hijau. Namun demikian jumlah penyu hijau atau penyu sisik mendominasi diantara jenis tersebut.

Dan dari data yang ada, sepanjang empat tahun tersebut, juga diketahui sebanyak 2320 penyu yang bertelur dibibir pantai dengan total sarangnya mencapai 1.659 sarang.

"Jumlah tersebut kita dapati setelah tim kita melakukan pemantauan, pengambilan telur penyu hingga melakukan penetasan dan pada akhirnya kita lepaskan kembali ke alamnya di konservasi kita," terangnya.

Meski telah berhasil melakukan penyelamatan satwa tersebut, dirinya masih menyayangkan masih banyaknya aksi pencurian telur penyu dari sarangnya yang kemudian dijual di pasaran sehingga populasi penyu menjadi terancam oleh adanya aksi tersebut.

Selain itu, maraknya pencurian telur juga membuat penyu tidak leluasa untuk berkembang biak. "Oleh karena itu, kerusakan ini harus diminimalisasi, kita lestarikan laut sehingga dengan begitu populasi penyu di Anambas, khusunya di Pulau Durai dapat meningkat," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten kepulauan Anambas (KKA) melalui Dinas pariwisatanya berencana akan mengemas Pulau Durai yang dikenal dengan populasi penyunya menjadi sebuah kawasan wisata konservasi penyu bagi para wisatawan asing dan domestik yang berkunjung di Anambas. Dan hal tersebut sengaja dilakukan guna memberikan liburan yang sangat berkesan bagi para pengunjung sekaligus mengenal lebih dekat binatang yang dilindungi oleh dunia tersebut di Pulau Durai.

"Saat ini kita masih menggodok sebuah peraturan daerah (perda) yang berisikan aturan larangan  untuk menangkap ikan hingga kegiatan yang menggangu akan perkembangbiakan penyu di Pulau tersebut," terang Iwan K Roni, Kepala Dinas Pariwisata KKA. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait untuk mewujudkan hal tersebut bisa terealisasi. Salah satunya Transportasi laut yang akan diusahakan oleh dinas perhubungan," jelasnya.

Sedangkan pihaknya lebih menangani dan memenuhi beberapa kelangkapan dan sejumlah fasilitas yang akan diadakan di pulau Duria. Antara lain infrastruktur kenyamanan di pulau duri, mulai dari air bersih hingga tempat peristirahatan dalam bentuk gazebo dan sejenisnya.

"Meski kita sediakan fasilitas tersebut, nantinya di pulau duria tidak di perkenankan untuk di tinggali, dalam artian menetap cukup lama bagi manusia, karena akan sangat berpengaruh pada perkembangbiakan penyu. Kecuali untuk kategori penelitian," terangnya.

Selain Pulau Durai, Sofian juga menambahkan masih ada beberapa pulau lainnya, yang jaraknya hampir berdekatan seperti Pulau Pahat, yang juga dijadikan kawasan konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas.  Untuk menuju pulau yang memiliki panorama alam yang indah ini, hanya membutuhkan perjalanan melalui laut sekitar 1 hingga 2 jam, menggunakan transportasi laut speed boat dari wilayah Tarempa.

Selain itu, dijadikan sebagai tempat konservasi penyu dan memiliki panorama laut yang indah, pulau ini juga dikelilingi oleh terumbu karang yang dihiasi pula oleh ornamen bebatuan dengan bermacam bentuk ukiran. "Ditempat ini juga sangat bagus untuk tempat olahraga air seperti kegiatan menyelam, snorkling, serta renang," imbuhnya. (tyn/isu)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Batam
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1864521 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas