• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribunnews.com

Polisi Endus Satu Terduga Teroris Poso Asal Kolaka Utara

Selasa, 4 Juni 2013 19:45 WIB
Polisi Endus Satu Terduga Teroris Poso Asal Kolaka Utara
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Anggota Densus 88 mendekati rumah kontrakan yang berisi empat orang terduga teroris saat terjadi baku tembak di Kampung Batu Rengat, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, Rabu (8/5). Baku tembak dan pengepungan yang terjadi dari pukul 11.00 hingga 17.15 WIB tersebut berakhir dengan 3 orang terduga teroris tewas dan 1 orang ditangkap. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM KENDARI,  - Satu orang warga Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara diduga terlibat dalam jaringan teroris Poso, Sulawesi Tengah. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerjasama dengan Densus 88 Anti Teror Pusat didukung Polres Kolaka Utara, mengendus adanya pergerakan oknum yang namanya masih dirahasiakan.

Hal itu disampaikan Kapolres Kolaka Utara AKBP Laode Muhammad Aries Elfatar saat ditemui di Markas Polda Sultra, Selasa (6/4/2013).

"Ada salah satu warga (terduga teroris, red) namun namanya kami masih rahasiakan. Dia pernah menetap di Kolaka Utara namun beberapa lama meninggalkan Kolaka Utara, sekarang dia tidak kembali setelah sempat datang sebelumnya beberapa waktu lalu," ungkap Aries.

Polres Kolaka Utara telah mengantisipasi pergerakan anggota yang diduga terlibat teroris Poso. Sebab, kata Aries, wilayah Kolaka Utara berpotensi menjadi pintu masuk para teroris.

Menurutnya, saat ini, pengamanan mencegah potensi masuk jaringan teroris ke Kolaka Utara lebih diperketat. Pihaknya sudah membangun satu buah pos polisi untuk pengamanan di perbatasan Kolaka Utara-Sulteng-Sulsel. Pos tersebut terletak di Kecamatan Tolala dan dijaga polisi berpakaian preman.

Aries melanjutkan, pihaknya juga menjaga ketat pintu gerbang masuk dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tenggara di Kolut yakni Malili dan Morowali. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi seperti kasus di Poso.

"Kami mempelajari potensi terjadinya aksi teror secara lebih dekat, sehingga bisa menghindarkan aksi berupa balas dendam yang sangat tidak kita inginkan. Berbagai cara pendekatan dan komunikasi kepada masyarakat kami lakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan teror ini," katanya.

Di tempat yang sama, Kapolda Sultra Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ngadino mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pengamanan antisipasi tindakan teror kepada jajaran polres.

"Dalam artian, para kapolres kita tugaskan untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat," tegasnya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1868201 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas