Senin, 2 Februari 2015
Tribunnews.com

'Rumah Hantu' Menjamur di Jatigede

Rabu, 5 Juni 2013 02:20 WIB

'Rumah Hantu' Menjamur di Jatigede
ekon.go.id
Proyek Jatigede

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Pemprov Jabar,  Eddy Nasution menduga banyaknya berdiri "rumah hantu" di lahan yang bakal dijadikan lokasi Waduk Jatigede di Sumedang, didanai investor khusus. Sebab kata Eddy, rumah hantu itu muncul bak cendawan di musim hujan sesaat setelah tersiar kabar bahwa di daerah itu akan dijadikan waduk.

"Sepertinya ada investor khusus yang mendanai pembangunan rumah hantu," kata Eddy di Gedung Sate, Bandung, Selasa (4/6/2013).

Menurut Eddy, rumah hantu itu didirikan dengan harapan nilai ganti rugi lahannya akan lebih besar karena di atasnya sudah berdiri bangunan. Namun kata Eddy, Pemprov Jabar tidak akan terkecoh begitu saja. Selain itu yang disebut rumah hantu pun hanya berupa kusen bagian depan, bagian samping dan belakang tak ada bangunannya.

Menurut Eddy, tentang ganti rugi lahan yang akan dijadikan Waduk Jatigede, pihaknya masih menunggu payung hukum yang disiapkan pemerintah pusat.

Seperti diketahui sejumlah peraturan dijadikan dasar hukum, yakni Permendagri No. 15/1975 (pembebasan tanah tahun 1982-1986), Keppres No. 55/1993 (pembebasan tanaha 1994-1997), dan Perpres No. 36/2005 dan P.Ka.BPN No. 3/2007 (pembebasan tanah 2005-sekarang).

Saat ini kata Eddy, Pemprov Jabar fokus pada pembebasan lahan dengan Permendagri No. 15 Tahun 1975. Mengenai pendataan kata Eddy, pihaknya mengandalkan BPKP Jabar selaku tim dari SAMSAT Jatigede.

Dari hasil verifikasi dan validasi penduduk, sebanyak 4.701 KK tercatat berada di area genangan air (elevasi 262,5 meter). Sedangkan total penduduk di luar area sebanyak 2.602 KK.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas