• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Harga Sembako di Medan Stabil

Kamis, 6 Juni 2013 04:36 WIB
Harga Sembako di Medan Stabil
Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Harga sembako di Medan masih terbilang normal, meskipun cabai dan bawang harganya selalu berubah-ubah.

"Kita lihat harga sembako masih normal, dan yang naik turun itu harga cabai merah. Mudah-mudahanan ini karena ada pengaruh pasokan juga, kalau ada musim-musimnya dan relatif pada umunya stabil kita akan terus kontrol, dan kalau terjadi lonjakan besar nanti, kita akan cek ke lapangan lagi," ungkap Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat melakukan sidak ke Pasar Petisah, Rabu (5/6/2013).

Eldin menuturkan, harga cabai merah yang mengalami naik turun kemungkinan karena pasokan yang dipengaruhi musim.

Seorang pedagang sembako, B Gultom  menjelaskan, untuk harga bahan pokok yang paling naik saat ini adalah cabai merah. Biasanya harganya Rp 28 ribu per kilogram, namun saat ini naik menjadi Rp 44 ribu. Kemudian harga bawang merah yang awalnya hanya Rp 28 ribu per kilogram, sesekali naik hingga Rp 65 ribu.

Kenaikan harga tersebut menurutnya, karena pasokan yang minim dari distributor serta faktor cuaca yang menghambat petani.

"Yang paling naik harga cabai, kalau bawang, telur, dan yang lain-lainya stabil, kami gak tau kenapa naik, yang kami tau distributor bilang pasokan dari petani berkurang karena faktor cuaca dan barang memang sikit," jelasnya.

Pantauan Tribun, pada kesempatan tersebut, para pedagang mengeluhkan seringnya listrik padam, yang sangat mengganggu pedagang, apalagi letak pasar yang berada di lantai dasar bekas tempat parkir.

Pedagang mengeluh, jika hujan tempat tersebut pasti akan digenangi air, belum lagi jika lampu mati, suasana di tempat tersebut akan gelap dan pengap.

"Tolong kami lah pak Eldin, bagaimana pembeli mau datang kalau tempat jualan kami saja tak layak seperti ini. Kalau hujan pasti bocor dan banjir, belum lagi kalau mati lampu yang sampai berjam-jam," ujar salah seorang pedagang, S Tarigan.

Menanggapi keluhan pedagang, Dzulmi Eldin  mengatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban PD Pasar Petisah untuk memperbaiki hal tersebut dan akan mengevaluasi kinerja serta bekerja sama dengan PLN untuk mengatasi masalah listrik.

"Masalah banjir memang ada selokan yang tersumbat sehingga air hujan itu salurannya tidak berfungsi dengan baik karena drainasenya sedikit rusak. Saya nanti akan minta tolong PU untuk segera dibongkar drainase yang rusak itu dan dicari solusinya agar tidak banjir lagi, dan juga meminta PLN untuk menyelesaikan masalah listrik," ujar Eldin.(cr3)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1873612 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas