• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Kapolres Gowa Bantah Terima Upeti Dari Pabrik Miras

Kamis, 6 Juni 2013 19:25 WIB
Kapolres Gowa Bantah Terima Upeti Dari Pabrik Miras
Topi Polisi dengan logo

Laporan wartawan Tribun Timur Uming

TRIBUNNEWS.COM SUNGGUMINASA- UD Kian Jaya, Pabrik Miras berkedok pabrik sirup yang digerebek Pemkab Gowa di Jl. Syekh Yusuf, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Rabu (5/6/2013) kemarin sudah beroperasi sejak tahun 1980-an. Dan tidak sedikit warga yang tahu kalau pabrik itu juga menjual minuman keras (miras)

Seorang penjual sayur didepan pabrik yang tidak ingin menyebutkan namanya mengaku sudah tahu kalau pabrik tersebut juga menjual miras,"saya tahu ji juga kalau itu pabrik jual miras, tapi ada surat izinnya ji,"paparnya, Kamis (6/6/2013).

Setiap bulannya pabrik yang tepat berada di depan SD Katangka ini memproduksi ribuan botol miras. Dan dari hasil penjualannya, pemilik pabrik yang berkebangsaan Cina, ibu Mei (istri dari Darfin) bisa meraup untung hingga milyaran rupiah.

Informasi lain menyebutkan, keberadaan beberapa oknum polisi, maupun oknum pemda  setempat juga sudah mengetahui adanya pabrik miras tersebut. Bahkan disinyalir pihak kepolisian juga mendapat upeti dari hasil penjualan miras dengan berbagai merk.

Mendengar hal tersebut, Kapolres Gowa, AKBP Lafri Prasetyono yang dikonfirmasi Tribun hanya tertawa,"kalau dari pihak pabrik ada yang mengatakan seperti itu, mba bisa cek langsung. Pernyataan seperti itu tentu harus berdasarkan fakta, kalau mereka memberikan kami upeti mana buktinya? Tunjukkan buktinya,"papar mantan Kasatlantas Polrestabes Makassar ini.

Saat Tribun menyambangi pabrik tersebut, tampak garis polisi dipasang. Tidak ada gerakan aktivitas yang terjadi di pabrik bernomor 84 itu. Pintu samping pun digembok dari luar. Keadaan seperti ini setiap hari terjadi. Hanya saat ada kendaraan atau orang masuk baru pintu gerbang dibuka.

Meski memiliki izin dari kementerian perindustrian tahun 1986, namun pengoperasian pabrik miras ini mendapat pertentangan dari Pemkab Gowa. Dimana sejak tahun 2001, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo sudah mengeluarkan Perda No 50 tentang larangan miras.

"Saat ini kami masih dalam tahap penyidikan, terutama tentang surat izinnya. Masih harus dikroscek lagi. Meski ada perda tapi pabrik itu memiliki izin dari kementerian perindustrian, dan tentu itu lebih tinggi dari pada perda. Kami mohon waktulah untuk mengkroscek lagi. Kalau perlu kami akan minta bantuan pakar hukum untuk menyidik izin yang mereka punya,"tambah Lafri.

Pabrik ini sebelumnya digerebek satpol pp pemda gowa yang diperintahkan langsung oleh Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo. Penggerebekan ini dilakukan secara tertutup, bahkan anggota satpol pp sendiri sebelumnya tidak mengetahui lokasi yang akan digerebek.Pihak kepolisian baru bergerak setelah Ichsan dan Satpol PP meninggalkan TKP.

Menanggapi adanya kabar yang menyebutkan kalau pihak kepolisian merasa kecolongan dengan lebih dulunya Satpol PP bergerak, Humas Polda Sulselbar, Kombes Ende Sutendi mengungkapkan tidak merasa seperti itu,"kami merasa tidak kecolongan sama sekali. Kasus ini kan menyangkut surat izin dengan Perda Pemkab yang dikeluarkan tentang pelarangan adanya miras, jadi ketika Satpol PP yang menggerebek itu wajar saja,"ujar mantan Wakapolrestabes Makassar ini.(Won)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1876511 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas