• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Bupati Cianjur Mutasi 428 PNS

Sabtu, 8 Juni 2013 04:30 WIB

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur melakukan mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintahannya di Gedung Herlina, Jalan Pramuka, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jumat (7/6/2013).

Sebanyak 428 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Cianjur menduduki jabatan baru. Sebanyak 50 orang di antaranya eselon III, 134 orang eselon IV, 204 orang kepala SD, 38 orang kepala SMP dan dua pejabat struktural pada akademi keperawatan.

Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, enggan berkomentar terkait dengan mutasi tersebut. "Maaf saya ada tamu," kata Tjetjep ke arah wartawan, Jumat (7/6/2013).

Dalam sambutannya saat pelantikan ratusan pejabat ini, Tjetjep mengatakan, para pejabat yang diberi tugas untuk menempati jabatan baru harus hadir dalam acara tersebut. "Kalau yang tidak ikut dilantik berarti mengundurkan diri, tolong dicek kalau ada yang tidak ikut dilantik berarti mengundurkan diri," kata Tjetjep.

Tjetjep pun meminta kepada para pejabat yang telah dimutasi untuk segera melakukan serah terima kepada pejabat yang lama. Pasalnya para pejabat tersebut harus segera bekerja. "Saya minta begitu pulang agar melakukan serah terima, terutama camat karena harus bekerja sekarang," kata Tjetjep.

Tjetjep menyadari mutasi tersebut menimbulkan ketikdapuasan sejumlah pihak. Akan tetapi mutasi merupakan hal biasa dengan tujuan perbaikan di dalam tubuh pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Rudi Junawar, mengatakan, mutasi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Cianjur tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang. Karena itu menurutnya ketidakpuasan sejumlah PNS dengan adanya mutasi tersebut merupakan dinamika.

"Pelaksana teknis tetap Badan Kepegawaian Daerah. Dalam hal ini kami hanya melakukan pengawasan saja. Selama tidak ada permasalahan, mutasi juga tidak menjadi masalah. Dan sampai saat ini kami tidak mendegar permasalahan terkait dengan mutasi ini," kata Asep kepada wartawan, Jumat (7/6/2013).

Disinggung efektifitas mutasi sebanyak 428 orang, kata Asep, hal tersebut tidak menjadi soal. Menurutnya, pemerintah melakukan mutasi sesuai dengan kebutuhan. Karena itu pihaknya belum menemukan adanya transaksi jabatan.

"Transaksi jabatan memang pernah ramai. Bahkan ini bukan kabar lagi, melainkan ada orang yang bilang seperti itu. Tapi ketika kami melakukan pemeriksaan tidak ada fakta yang mendukung," kata Asep.(cis)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1881622 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas