• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Di Lampung, Harga Jengkol Juga Rp 50 Ribu per kg

Sabtu, 8 Juni 2013 00:30 WIB
Di Lampung, Harga Jengkol Juga Rp 50 Ribu per kg
Jengkol 

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Bagi penyuka masakan jengkol berbumbu rendang, bersiap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sebab, tingginya harga jengkol mentah yang menembus Rp 50 ribu per kilogram di sejumlah pasar di Bandar Lampung telah mendongkrak harga masakan yang terbuat dari olahan jengkol. Meskipun peminat jengkol tidak terlalu banyak, harga ini menyamai sejumlah daerah lain yang juga melambung.

Saat ini, untuk menikmati sebiji rendang jengkol, konsumen harus membayar Rp 500. Untuk ukuran jengkol yang lebih kecil, per tiga biji rendang jengkol dihargai Rp 1.000. Sebelumnya, konsumen tidak perlu mengeluarkan uang secara khusus untuk menyantap jengkol berbumbu rendang yang sudah tersaji dalam sepiring nasi.

"Kalau kita makan di tempat, atau beli bungkus seporsi nasi dan minta ditambah rendang jengkol, itu dihitung satu paket dengan sayur, jadi tidak bayar lagi untuk jengkolnya. Yang punya warung juga biasanya menyediakan jengkol mentah sebagai salah satu lalapan di piring dan gratis," kata Agustiyanto, warga Kemiling, Jumat (7/6/2013).

Lain dulu lain sekarang. Menurut Agus, kini jika ia hendak menyantap jengkol, pemilik warung langganannya selalu menanyakan jumlah jengkol yang hendak dimakan. "Sekarang kalau minta rendang jengkol ditanya dulu sama yang punya warung, mau ambil berapa biji atau mau beli berapa," kata dia.

Karena sangat menggemari jengkol, Agus pun rela merogoh kocek agar tetap bisa menyantap masakan kesukaannya tersebut. Apalagi, imbuhnya, tidak semua warung makan menyediakan menu rendang jengkol. "Awalnya saya minta rendang jengkol seharga Rp 1.000, ternyata cuma dikasih dua biji," ungkap Agus.

Menurut penuturan sejumlah pedagang sayuran di beberapa pasar tradisional di Bandar Lampung dan Metro, harga jengkol mentah di tingkat agen selama sepekan terakhir mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut melonjak hingga mencapai Rp 50 ribu di tingkat konsumen.

Minimnya pasokan jengkol dari petani menjadi alasan utama melonjaknya harga buah yang memiliki bau khas tersebut. "Barangnya (jengkol) memang susah dapat. Kalau pas lagi sulit seperti sekarang, harga jengkol memang selalu tinggi seperti harga daging sapi," kata Amrulah, pedagang sayur asal Metro.

Amrulah mengatakan, sebelum terjadi lonjakan harga jengkol pada dua pekan terakhir, harga jengkol pada kondisi normal biasanya dijual Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per kilogram. Saat sedang musim panen dan jengkol melimpah, pihaknya juga kerap mengobral jengkol di bawah Rp 10 ribu. "Kalau lagi banyak barangnya dan tidak semua laku, bisa kita jual Rp 7.000, tergantung harga ambilan dari agen," kata dia.(her)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1881212 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas