• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Skandal di Youtube, Nyoman Sumaryadi Minta Dipanggil 'Mas'

Sabtu, 8 Juni 2013 02:50 WIB
Skandal di Youtube, Nyoman Sumaryadi Minta Dipanggil 'Mas'
Yanes.Blogspot.som
I Nyoman Sumaryadi, Rektor IPDN Bandung

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Tribun akhirnya bisa mewawancarai S, ibu bayi laki-laki bernama Dimas I Putu Sumaryadi, di Botani Square, Jalan Pajajaran, Bogor, Selasa (4/6/2013). Tidak hanya wawancara, S juga memperlihatkan sejumlah data bahwa Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memang ayah Dimas I Putu Sumaryadi, yang kini berusia 11 bulan.

Bukti itu antara lain sebuah surat keterangan lahir dari bidan S AmKeb, di Bogor. Singkat cerita, S melahirkan Dimas pada Minggu, 10 Juni 2012, pukul 12.52. Ketika mau dibuatkan surat keterangan lahir dari bidan S AmKeb, salah seorang perawat menanyakan siapa nama ayah yang baru lahir tersebut.

"O ya. Awal kenal saya panggil Nyoman, Bapak, tapi dia minta dipanggil Mas. Kalau dia ditelepon atau berdua selalu panggil saya S sayang. Waktu mau bikin surat keterangan lahir, saya jawab waktu itu, ayahnya adalah I Nyoman Sumaryadi. Hanya waktu itu, Mas bilang ke saya, jangan dibilang kalau dia itu Rektor IPDN. Ya, sudah. Saya tulis di surat keterangan kelahiran anak saya, kalau Mas adalah dosen di sebuah universitas ternama di Bandung saja," kata S.

Baik S maupun Nyoman sempat berkomunikasi lewat telepon, untuk memberi nama bayi mereka. Keduanya sepakat memberi nama anak mereka Dimas I Putu Sumaryadi.

S mengungkapkan, sebelumnya Nyoman mengusulkan nama anak mereka adalah Dimas Asmara Putra, tetapi S tidak setuju dan mengusulkan Dimas I Putu Sumaryadi.

"Nama anak saya itu kalau dihitung jumlah angkanya 19 sesuai dengan pertemuan saya sama Mas dulu di Km 19 Tol Jagorawi. Pokoknya, Mas enggak mungkin lupa dengan tempat ini. Kemudian, waktu saya melahirkan, Mas mengirimkan uang Rp 30 juta. Untuk bantu biaya persalinan," ujar S.

Setelah Dimas lahir, sebagaimana janji Nyoman untuk menikahinya secara resmi, S pun menagih janji rektor yang kini sudah berusia 63 tahun ini. Sebelumnya, S selalu dijanjikan oleh Nyoman akan dinikahi karena sangat mencintai S. Diakui oleh S, Nyoman pun sangat sayang Dimas.

Disebutkan S, Nyoman selalu mengelak dan kembali menjanjikan bahwa setelah tidak menjabat rektor IPDN baru dia akan menikahi S secara resmi. Bahkan, Nyoman berjanji kelak akan membawa S dan Dimas jalan-jalan keluar negeri.

Untuk membiayai hidup S dan Dimas, Nyoman meminta S untuk mengerjakan proyek-proyek pengadaan proyek infrastruktur di IPDN dengan perusahaan sendiri atau milik S. Salah satunya adalah proyek pengadaan kursi kuliah, baik yang di Kampus IPDN Cilandak Jakarta maupun Kampus IPDN Jatinangor, dengan nilai proyek sekitar Rp 1 miliar.

Saat Tribun hendak mengonfirmasi perihal ini, Jumat (7/6), Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi tidak ada di tempat. Tribun hanya terpaut beberapa menit saja dari Nyoman yang pergi meninggalkan kampus IPDN di Jatinangor, Sumedang.

Sejumlah pegawai IPDN tak ada yang mau berkomentar atau menanggapi perihal pemberitaan yang muncul di Tribun, Jumat (7/6/2013), termasuk Kabag Humas dan Protokol IPDN, Ujud Rusdia, yang tak bisa memberikan komentarnya.

"Bukan kapasitas saya untuk memberikan keterangan. Kemarin kan, Pak Rektor yang memberikan keterangan. Baru saja beliau pergi, check up kesehatan. Terus kan Jumat-Sabtu memang ada jadwal beliau mengajar di Jakarta," katanya.

Diberitakan sebelumnya, beredar sebuah tayangan di situs YouTube berdurasi 32 detik yang menampilkan foto-foto bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan dengan berbagai pose. Hanya berupa foto, bukan tayangan gambar hidup.

Judul video yang diunggah seseorang bernama Dimas Sumaryadi ini, "IPDN Dimas Iputu Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh rektor ipdn bandung". Tercatat video singkat ini diunggah pada 4 April 2013. Saat dikonfirmasi Tribun, Nyoman membantah tuduhan itu. (dic)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
1 KOMENTAR
1881462 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas