• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pasar Murah Ramadhan, Disperindagkop Gandeng Distributor

Minggu, 9 Juni 2013 15:25 WIB
Pasar Murah Ramadhan, Disperindagkop Gandeng Distributor
TRIBUN PONTIANAK /Ali Anshori
Perwakilan BUMN dari PT Taspen Partabas Hutabarat, yang juga koordinator pasar murah di Pontianak Selatan, mengatakan, paket sembako murah yang dibagikan BUMN tersebut sebanyak 1250 paket, dijual Rp 30 ribu.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Nunukan, pada Ramadhan 1434 Hijriah kembali akan menggelar pasar murah.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Nunukan, Samuel Parrangan mengatakan, pasar murah akan digelar di sejumlah titik untuk menjangkau warga yang berpenghasilan rendah.

Dengan menggandeng distributor sembilan bahan pokok di Nunukan, diharapkan harga barang yang dijual kepada warga bisa lebih murah dibandingkan harga di pasaran pada umumnya.

"Kami dan dari distribustor akan melaksanakan pasar murah saat Ramadhan. Jadi di mana titik-titik yang perlu kita laksanakan pasar murah. Nanti di tempat yang masyarakat ekonomi kurang, kita laksanakan pasar murah dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran," ujarnya.

Selain akan menggelar pasar murah, pihaknya juga akan memastikan barang-barang yang dijual nantinya benar-benar produk yang masih bagus, bukan barang kadaluarsa. Pengawasan bakal digelar di toko-toko untuk memastikan produk tidak kadaluarsa.

"Memang pada saat Ramadhan, barang-barang semuanya dikeluarkan dan banyak dibutuhkan masyarakat. Itu harus kita awasi, supaya produk yang tidak layak konsumsi, tidak dijual. Karena dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Sembako yang beredar khususnya di Pulau Nunukan, sebagian besar berasal dari Malaysia. Pada setiap produk, dicantumkan dengan jelas tanggal kadaluarsanya.

Meskipun nantinya akan melakukan pengawasan produk kadaluarsa, pihaknya hanya bisa mengingatkan para pedagang, agar tidak menjual produk kadaluarsa.

"Karena yang punya wewenang untuk menarik dan memusnahkan produk itu dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan. Kami hanya sebatas mengimbau saja, agar jangan dijual lagi barang kadaluarsa," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
1885552 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas