Merpati MA60 Kecelakaan

Pesawat Merpati Terpental Tiga Kali Lalu Sayapnya Patah

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa namun kondisi pesawat seberat 15 ton ini hancur pada bagian bodi dan baling-baling

Pesawat Merpati Terpental Tiga Kali Lalu Sayapnya Patah
AFP
Para pejabat TNI AU berdiri di samping MA-60 Merpati Nusantara Airlines pesawat setelah mendarat di bandara El Tari Kupang Senin (10/6/2013) . Pesawat buatan Cina MA-60 yang dioperasikan Merpati Airlines mengalami kecelakaan saat mendarat di landasan pacu bandara El Kupang, Timor Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur 

Sekitar 200 meter dari ujung landasan pacu terlihat berserakan pecahan kaca yang memberi petunjuk kalau pesawat sempat terseret sekitar 100 meter sebelum akhirnya berhenti di landas pacu atau runway setelah mendarat. Peristiwa ini mengundang perhatian warga Kota Kupang.

Komandan Landasan Udara (Danlanud) El Tari Kupang Eko Dono Indarto di lokasi jatuhnya pesawat mengatakan, belum tahu pasti penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut. Menteri Perhubungan EE Mangindaan telah menerima laporan mengenai kecelakaan pesawat Merpati di runway 07 Bandara EL Tari, Kupang,  NTT. Mangindaan mengatakan dalam kecelakaan itu semua penumpang selamat.

"Selamat semua, ada 46 orang yang ada, 1 yang diketahui sakit. Sebanyak 4 kru semua selamat," kata Mangindaan.

Mangindaan mengatakan sedang mengirim tim investigasi.
"Dari daerah juga sudah ada investigasi, KNKT juga akan melakukannya," kata dia.

Menhub menolak berkomentar panjang sebelum tim investigasi menemukan penyebab kecelakaan.  "Itu investigator yang nanti tahu, jangan saya, nanti sayang salah ngomong lagi. Bisa karena mesin, human error, bisa karena alat yang ada dalam rangka pengendalian. Semua bisa terjadi. Tapi saya kira, yang penting kalau ada yang salah oke, tapi keselamatan pengguna jasa itu yang penting bagi saya," ujar politisi Partai Demokrat ini. 

Pesawat MA60 (Modern Ark 60) merupakan produksi buatan China, Xi'an Aircraft Industrial Corporation. Pesawat baling-baling ini dibeli Merpati Nusantara sebagai 80 unit, dan akan ditambah hingga 210 unit. Pesawat Turboprop mili Merpati terbang perdana 25 Februari 2000, dan diperkenalkan kepada konsumen Agustus 2000.

Pesawat jenis Turboprop, yaitu pesawat terbang yang mesin penggeraknya adalah baling- baling sehingga biasanya lebih sering digunakan untuk melayani rute pendek. Energi pesawat Turboprop lebih kecil dibandingkan jenis jet. Dua tahun lalu, tepatnya 7 Mei 2011, pewasat sejenis milik Merpati juga kecelakaan di perairan Kaimana, Papua Barat.  Pesawat naas itu jatuh dan tenggelam. 26 Orang penumpang termasuk 2 pilot dan 2 awak kabin tewas.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved