• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Ruben dan Anaknya Divonis Mati Meski Tak Membunuh

Selasa, 11 Juni 2013 15:46 WIB
Ruben dan Anaknya Divonis Mati Meski Tak Membunuh
IST

TRIBUNNEWS.COM MALANG - Sebuah aib dunia peradilan di Indonesia tampaknya tak lama lagi akan terkuak. Di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang saat ini mendekam Ruben Pata Sambo (72) yang menunggu eksekusi hukuman mati, terkait tuduhan menjadi otak pembunuhan sebuah keluarga pada 23 Desember 2005 silam.

Namun ternyata, bukan Ruben yang terlibat dalam kasus yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Tana Toraja tersebut. Sebab, empat pelaku pembunuhan yang sebenarnya telah ditangkap. Mereka pun telah membuat pernyataan bermaterai pada 30 November 2006 lalu, dan menyebut Ruben dan anak-anaknya bukan otak ataupun pelaku pembunuhan.

Mereka yang membuat pernyataan adalah Yulianus Maraya (24), Juni (19), Petrus Ta'dan (17), dan Agustinus Sambo (22). Mereka adalah warga Jalan Ampera, Makale, Tana Toraja. Ke empat pelaku tersebut sudah menyesali perbuatannya dan mengaku telah membunuh keluarga Andrias Pandin dan siap menerima hukuman setimpal. Empat anggota keluarga Pandin yang dibunuh adalah Andrias Pandin, Martina La'biran (istri Andrias), Israel, dan nenek dari Andrias Pandin.

Seperti yang diungkap di atas, tak hanya Ruben yang mendekam di balik jeruji besi, Martinus Pata Sambo yang adalah putra Ruben juga dipenjara menanti hukuman mati di Lapas Madaen, Sidoarjo. Sementara satu lagi anak Ruben, Markus Pata, divonis enam tahun, dan kini sudah bebas.

Awalnya, dalam pengadilan tingkat pertama yang digelar di Pengadilan Negeri Makale, Ruben dan Martinus divonis 12 tahun. Sementara, upaya banding ditolak oleh Pengadilan Tinggi Makassar. "Saat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) juga ditolak. Begitu juga PK MA juga ditolak. Kini Ruben dan Martinus akan dieksekusi mati, saya belum tahu kapan akan dieksekusi mati," kata Andreas Nurmandala Sutiono (55), pembina rohani di Lapas Lowokwaru kelas 1A Malang, Jawa Timur, Selasa (11/6/2013).

Andreas Nurmandala Sutiono adalah orang yang dipercaya oleh keluarga Ruben untuk memberikan keterangan kepada wartawan terkait masalah tersebut. Andreas menyebutkan, di dalam persidangan, para saksi sebenarnya sudah mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan dan penyelidikan. "Saksi mencabut keterangannya, karena (sebelumnya) mengaku banyak tekanan dari berbagai pihak, baik dari pihak kepolisian dan oknum hakim," kata Andreas.

"Semoga dalam waktu dekat keduanya bisa bebas dan keadilan bisa ditegakkan," kata Andreas kepada sejumlah wartawan yang menemuinya. Andreas pun memaparkan sejumlah berkas-berkas pendukung pernyataannya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1894361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • comet combat-Minggu, 16 Juni 2013 Laporkan
    wow... ngeri amat ini?! hai para pemimpin yg terkait (termasuk SBY) tidak tahukah bahwa: DARAH ORANG YG TIDAK BERSALAH (orang benar) BISA TERIAK DARI TANAH YG MENAMPUNG DARAH TSB, KPD TUHANNYA? masih kurangkah bencana alam yg melanda indonesia saat ini??
  • comet combat-Minggu, 16 Juni 2013 Laporkan
    wow... ngeri amat ini?! hai para pemimpin yg terkait (termasuk SBY) tidak tahukah bahwa: DARAH ORANG YG BERSALAH BISA TERIAK DARI TANAH YG MENAMPUNG DARAH TSB, KPD TUHANNYA? masih kurangkah bencana alam yg melanda indonesia saat ini??
  • Jongos Bah-Rabu, 12 Juni 2013 Laporkan
    Kenapa bkn untuk Koruptor dan Penyelundup SDM kita hukuman seperti ini diberlakukan.MIRISSS
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas