Skandal di YouTube dan Facebook, Rektor IPDN Tak Menggugat

Selasa, 11 Juni 2013 07:22 WIB

Skandal di YouTube dan Facebook, Rektor IPDN Tak Menggugat
Net
I Nyoman Sumaryadi, Rektor IPDN Bandung

TRIBUNNEWS.CON, SUMEDANG - Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), I Nyoman Sumaryadi (63), tidak akan mengambil jalur hukum perihal mengemukanya pemberitaan yang menyeret dirinya di YouTube dan Facebook (FB).

Setelah beberapa kali coba ditemui, pascapemberitaan di Tribun, akhirnya Nyoman bisa ditemui di Balairung Rudini, Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Senin (10/6/2013).

Pada kesempatan itu Nyoman mengatakan tidak merasa mencampakkan seorang bayi seperti yang dikemukakan seorang ibu, S, di situs YouTube dan FB. Dia mengaku tidak tahu dan tidak merasa, berkenaan dengan pemberitaan tersebut. Pada zaman demokrasi dan keterbukaan, menurut Nyoman, orang bisa menyampaikan apa saja.

"Kami tidak menanggapi isu-isu yang tidak benar, sepanjang tidak menjatuhkan degradasi hak asasi saya. Ya, saya tidak akan berbuat apa-apa. Karena saya tidak akan melayani orang yang tidak jelas," kata Nyoman sambil bergegas masuk ke mobilnya di Kampus IPDN karena ada rapat di Kemendagri, Jakarta.

Tayangan 32 detik yang menyeret-nyeret tidak hanya namanya tapi juga institusi IPDN, menurut Nyoman, tidak ada kaitannya. Ia merasa tak perlu menanggapi hal tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke IPDN mengakui dia juga sudah mendengar dan melihat kabar seputar isu di YouTube dan FB tersebut. Di zaman keterbukaan saat ini, kata Irman, tidak boleh berpraduga.

"Praduga itu kan tidak tepat. Kita harus berprasangka baik. Jadi, jangan selalu cepat menuding sehingga nanti akan menjadi character assasination. Nanti kan ada hukum yang menjadi tempat untuk mencari keadilan dan kebenaran," ujar Irman.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help