• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Wakil Wali Kota Kediri Lapor Polisi Usai Dituduh Korupsi

Selasa, 11 Juni 2013 02:22 WIB
Wakil Wali Kota Kediri Lapor Polisi Usai Dituduh Korupsi
surya/Didik Mashudi
Pembangunan jembatan Brawijaya Kediri

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Meski perhelatan pemilihan kepala daerah untuk memilih pasangan wali kota dan wakil wali kota Kediri, Jawa Timur, baru akan digelar pada 29 Agustus mendatang, persaingan tidak sehat sudah mulai kentara. Salah satunya ialah melalui penyebaran selebaran untuk menjatuhkan pasangan lawan.

Sekelompok relawan yang mengatasnamakan pendukung Abdullah Abu Bakar, salah satu calon wali kota Kediri, Senin (10/6/2013), mendatangi Mapolres Kediri Kota di Jalan Brawijaya untuk melaporkan adanya selebaran gelap yang berisi tuduhan korupsi terhadap calon yang juga petahana wakil wali kota itu.

Selebaran tersebut berisi kliping sebuah pemberitaan media massa tentang rencana pemeriksaan Abdullah Abu Bakar oleh Kejati terhadap kasus asuransi PNS yang tengah disidik. Pada bagian atas dan bawah selebaran yang mengatasnamakan "Rakyat Cinta Kediri" itu tertulis kalimat tudingan keterlibatan Abdullah Abu Bakar pada kasus korupsi yang telah menyeret tiga orang tersangka itu.

Pelaporan itu dilakukan karena kubu Abdullah Abu Bakar menganggap tudingan tersebut bentuk dari pencemaran nama baik. Selain itu, mereka juga melaporkan adanya penganiayaan yang dilakukan oleh pemasang selebaran terhadap relawan yang mencoba mencegah pemasangan selebaran di wilayah Kelurahan Ketami.

"Beberapa relawan dari kubu Pak Abu tadi melaporkan, Pasal 311 (pencemaran nama baik)," kata Kepala Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Ratno Kuncoro kepada wartawan, Senin (10/6/2013).

Kapolres berharap semua pihak menghormati hukum yang berlaku dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan hukum. Ia menjamin akan bertindak tegas kepada pihak-pihak yang coba membuat situasi Kota Kediri tidak kondusif, terutama menjelang pilkada.

"Dalam waktu dekat, kami juga akan menyurati seluruh usaha percetakan untuk tidak melibatkan diri pada hal-hal yang menyalahi aturan. Jika tetap berlaku, kita akan proses sesuai aturan yang ada," tegas Ratno.

Sementara Abdullah Abu Bakar mengaku tidak mempermasalahkan jika dirinya menjadi korban black campaign itu. Namun, ia lebih menyesalkan terjadinya aksi penganiayaan terhadap relawannya. Ia mengajak semua pihak untuk mempraktikkan demokrasi secara santun dan penuh tata krama.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya pemukulan itu," kata Abdullah Abu Bakar kepada para wartawan.

Terkait tudingan korupsi asuransi dalam selebaran gelap itu, Abdullah menyatakan tidak beralasan. Kasus itu, katanya, terjadi pada masa jabatan wali kota sebelumnya. Tentang pencairan dana asuransi yang menjadikannya salah satu pihak terperiksa, menurutnya, itu langsung dilakukan oleh pihak kas daerah.

Sementara itu, dalam pada pilkada 29 Agustus mendatang nanti, ada tujuh pasang bakal calon yang sudah mendaftarkan diri ke KPU setempat. Dua pasangan dari jalur perseorangan, yaitu pasangan Imam Subawi-Suparlan, Kasiadi-Budi Rahardjo. Lima pasangan lainnya berasal dari latar belakang partai politik, yaitu pasangan Samsul Azhar (petahana Wali Kota Kediri)-Sunardi yang diusung oleh Partai Demokrat, PKS, PKNU, PDS, dan PKB.

Ada pula pasangan Abdullah Abu Bakar (petahana Wakil Wali Kota Kediri)-Lilik Muchibbah yang didukung oleh Partai PAN, Gerindra, serta PPNUI, GE Harry Muller-Ali Imron yang diusung oleh Aliansi Lintas Parpol, Bambang Harianto-Hartono yang diusung oleh partai PDI-P, serta Arifudinsyah-Jatmiko yang diusung oleh koalisi antara Partai Golkar dan Partai Hanura. (M . Agus Fauzul Hakim)

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
0 KOMENTAR
1891781 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas