Pemkab Gowa Cabut Izin Pabrik Miras Berkedok Minuman Sirup

Butuh waktu sepekan bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk benar-benar memberangus pabrik vodka

Pemkab Gowa Cabut Izin Pabrik Miras Berkedok Minuman Sirup
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
Pemusnahan Minuman Keras Impor - Dirnarkoba Polda DI Yogyakarta Kombes Pol Widjanarko (kedua dari kiri) memberi keterangan pada acara pemusnahan 340 botol minuman keras impor hasil sitaan di kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda DI Yogyakarta, Markas Polda DIY, Jalan Lingkar Utara, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/2). Pemusnahan tersebut untuk mengurangi peredaran minuman keras yang dapat memberi dampak negatif pada masyarakat. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA) 28-02-2013

TRIBUNNEWS.COM, SUNGGUMINASA - Butuh waktu sepekan bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk benar-benar memberangus pabrik vodka di Jl Kacong Dg La'lang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Sombaopu, Sungguminasa, Gowa.

Setelah pabrik vodka berkedok minuman sirup itu menjadi perbincangan sejak Rabu (6/6/2013), Pemkab Gowa akhirnya mencabut lima izin yang pernah diberikan ke pengelola pabrik di depan Sekolah Dasar (SD) Katangka itu.
Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo lima izin yang diberikan Bupati Gowa sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, kakaknya.
Pencabutan lima izin itu diumumkan Ichsan dalam jumpa pers di Kantor Bupati Gowa, Jl Masjid Raya, Sungguminasa, kemarin.

Saat pengumuman pencabutan izin itu diumumkan Ichsan, Kementerian Agama Gowa menggelar sosialisasi produk halal di Gedung Tumanurung Adi Jaya, Sungguminasa.

Humas Kemenag Gowa, Muhammad Idris Musi, melaporkan, sosialisasi diikuti 60 peserta yang terdiri atas Kepala KUA se-Gowa, Penyuluh Agama Islam Kemenag Gowa, staf pelaksana Layanan Produk Halal, perwakilan pengusaha makanan, serta tokoh masyarakat.

Ichsan menegaskan, UD Kian Jaya telah menyalahgunakan izin yang diberikan pemkab.

"Karena pabrik ini sudah menyalahgunakan izin yang kami berikan, dari produksi minuman ringan ke minuman keras, maka dengan ini keputusan Pemda mencabut semua izin yang dimiliki UD Kian Jaya," jelas Ichsan.

UD Kian Jaya mengantongi lima izin dari Pemkab Gowa sebelumnya, izin tempat usaha, tanda daftar industri, izin gangguan, usaha perdagangan, dan izin kelayakan lingkungan. UD Kian Jaya diduga melakukan praktik terselubung sejak 1986, seiring dengan terbitnya izin dari Pemkab Gowa.

Selama hampir 27 tahun, pabrik nyaris tak tersentuh. Produksinya tidak hanya laris-manis di Sulsel, tapi juga laku di Kendari dan Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Masyarakat sekitar Makam Syekh Yusuf itu pun sepertinya sudah terbuai oleh kehadiran pabrik minuman beralkohol berkedok sirup ACC itu. Apalagi, manajemen UD Kian Jaya rutin membagikan sirup ke warga sekitar pada bulan Ramadan untuk dipakai buka puasa.

Praktik ilegal UD Kian Jaya baru terungkap ke publik setelah Ichsan memimpin penggerebekan, Rabu pekan lalu.
Pemilik UD Kian Jaya, Darfin Jaya, diakui warga sekitar tak pernah muncul. Kebanyakan warga bahkan mengaku tak tahu muka pengusaha ini. Dia laksana mengendalikan perusahaannya yang terletak tak jauh dari Kantor Bupati Gowa itu laksana di balik layar.

Halaman
12
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help