Senin, 3 Agustus 2015
Tribunnews.com

SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut

Jumat, 14 Juni 2013 05:51 WIB

SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut
surya/sri wahyunik
Direktur Presiden PT HM Sampoerna Tbk Paul Julle beserta Bupati Jember MZ Djalal sedang menunjukkan sebataang rokok Dji Sam Soe hasil melinting sendiri di pabrik terbaru di Silo, Jember

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk yang berada di Desa Garahan Kecamatan Silo, Jember memakai alat linting Gilingan Tanpa Pesut (GTP). GTP merupakan alat baru yang kini dipakai oleh Sampoerna dalam memproduksi SKT.

Dari tujuh pabrik SKT Sampoerna di Pulau Jawa, masih tiga pabrik yang memakai GTP yakni Kraksaan (Probolinggo), Kunir (Lumajang) dan Garahan (Silo).

"Alat yang dipakai memang baru pakai sistem gilingan tanpa pesut, lebih efektif karena bisa menghasilkan 410 batang rokok per jam. Baru tiga plant yang memakai GTP, lainnya gilingan kayu," ujar Markus Hosea, Head of Handrolled Manufacturing PT HM Sampoerna Tbk usai peresmian SKT Sampoerna Jember, Kamis (13/6/2013).

Sementara empat pabrik lainnya masih memakai alat linting gilingan kayu. Gilingan kayu hanya menghasilkan 325 batang rokok per jam.

Pemakaian GTP juga lebih efektif karena satu kelompok hanya terdiri dari enam orang yang terdiri dari empat orang bagian pelintingan (rolling), satu orang pemotongan (cutting) dan satu orang bagian pembungkusan (wrapping).

Tiga pekerjaan itu cukup dilakukan di satu meja. Tetapi kalau memakai gilingan kayu, pekerjaan itu tidak dilakukan dalam satu kelompok.

"Memang lebih efektif. Terus para pekerja yang masih menjalani permagangan di sini juga secara mudah menyerap pelatihan yang dilakukan dalam melinting sesuai standar," ujar Rahmawati, pekerja bagian produksi.

Halaman12
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas