Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut

Jumat, 14 Juni 2013 05:51 WIB

SKT Pakai Alat Linting Gilingan Tanpa Pesut
surya/sri wahyunik
Direktur Presiden PT HM Sampoerna Tbk Paul Julle beserta Bupati Jember MZ Djalal sedang menunjukkan sebataang rokok Dji Sam Soe hasil melinting sendiri di pabrik terbaru di Silo, Jember
Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk yang berada di Desa Garahan Kecamatan Silo, Jember memakai alat linting Gilingan Tanpa Pesut (GTP). GTP merupakan alat baru yang kini dipakai oleh Sampoerna dalam memproduksi SKT.

Dari tujuh pabrik SKT Sampoerna di Pulau Jawa, masih tiga pabrik yang memakai GTP yakni Kraksaan (Probolinggo), Kunir (Lumajang) dan Garahan (Silo).

"Alat yang dipakai memang baru pakai sistem gilingan tanpa pesut, lebih efektif karena bisa menghasilkan 410 batang rokok per jam. Baru tiga plant yang memakai GTP, lainnya gilingan kayu," ujar Markus Hosea, Head of Handrolled Manufacturing PT HM Sampoerna Tbk usai peresmian SKT Sampoerna Jember, Kamis (13/6/2013).

Sementara empat pabrik lainnya masih memakai alat linting gilingan kayu. Gilingan kayu hanya menghasilkan 325 batang rokok per jam.

Pemakaian GTP juga lebih efektif karena satu kelompok hanya terdiri dari enam orang yang terdiri dari empat orang bagian pelintingan (rolling), satu orang pemotongan (cutting) dan satu orang bagian pembungkusan (wrapping).

Tiga pekerjaan itu cukup dilakukan di satu meja. Tetapi kalau memakai gilingan kayu, pekerjaan itu tidak dilakukan dalam satu kelompok.

"Memang lebih efektif. Terus para pekerja yang masih menjalani permagangan di sini juga secara mudah menyerap pelatihan yang dilakukan dalam melinting sesuai standar," ujar Rahmawati, pekerja bagian produksi.

SKT Sampoerna Garahan, Jember resmi dibuka hari ini, Kamis (13/6/2013). Pabrik itu menempati lahan seluas 2,3 hektare di KM 24 Jalan Raya Banyuwangi, Garahan, Silo, Jember.

Pabrik itu telah menyerap 4.500 orang pekerja dari rencana jumlah pekerja sebanyak 6.500 orang.

Sebagian besar pekerja adalah perempuan yang berasal dari Kecamatan Silo dan sekitarnya seperti Pakusari, Ledokombo, Mayang, Mumbulsari juga Kalisat.

Berdasarkan data yang didapatkan Surya, nilai investasi pabrik itu mencapai Rp 386 miliar. Rencana kapasitas produksi per tahun mencapai Rp 3,2 miliar batang SKT senilai Rp 2,9 triliun.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas