Senin, 30 Maret 2015
Tribunnews.com

Tali Jemuran Selamatkan Khairul Dari Terjangan Banjir

Jumat, 14 Juni 2013 10:07 WIB

Tali Jemuran Selamatkan Khairul Dari Terjangan Banjir
BANJARMASIN POST/HANANI
Bak tersapu tsunami, begitulah kondisi sejumlah desa di Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan pascabanjir bandang

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Hanani

TRIBUNNEWS.COM, BARABAI - Bak tersapu tsunami, begitulah kondisi sejumlah desa di Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan pascabanjir bandang, Kamis (13/6/2013). Pohon bertumbangan, jalan penuh lumpur, bangunan berdinding papan dan kayu porak poranda, serta hilir mudik warga mencari barang-barang miliknya.

Pada Rabu (12/6/2013) malam hingga Kamis dini hari, hampir semua desa di lereng pegunungan Meratus tersapu air bah, dengan ketinggian satu sampai dua meter. Desa itu antara lain Bulayak, Tanjung, Alat, Alat Seberang, Papagaran, Datarajab, Arangani, Mangkiling dan Pantai Parupuk.

Pantauan Banjarmasin Post (Tribunnews.com  Network), kondisi terparah terjadi di Desa Alat Seberang.  Di desa tersebut sebanyak 33 rumah berdinding papan dan kayu, hanyut. Ada yang hanya menyisakan lantai beton, ada juga yang hilang tak berbekas.

Korban tewas akibat terjangan banjir adalah Acung (60) yang yang tinggal di dekat Balai Adat Papagaran. Dia diduga tidak sempat menyelamatkan diri.

"Korban ditemukan di tepi sungai Desa  Alat, terseret arus sejauh 10 kilometer. Dia terjepit kayu di pohon," kata Kabag  Operasional Polres HST, AKP Yakup.

Selain korban tewas, ada dua warga yang luka-luka. Yakni, Khairul Ramadhan (50) yang mengalami luka di kaki akibat terkena pecahan kaca dan Badaruddin (74), yang mengalami luka di bagian telinga, kaki serta lebam-lebam di sekujur tubuhnya akibat terbentur kayu.

Halaman12
Editor: Anita K Wardhani
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas