• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kasus Pembunuhan Sadis di Toraja, Polisi Bantah Siksa Terpidana

Minggu, 16 Juni 2013 22:30 WIB
Kasus Pembunuhan Sadis di Toraja, Polisi Bantah Siksa Terpidana
weird-things-in-life.blogspot.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Azis

Makassar, Tribun - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), membantah adanya informasi bahwa kasus Ruben dan anaknya besrta orang-orang suruhannya mendapat penyiksaan dan paksaan dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tanah Toraja, Sulsel, 2005 silam.

"Penyidik sudah melakukan penyelidikan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam prosesnya tidak ada pelanggaran yang ditemukan seperti penyiksaan dan pemaksaan dituduhkan Ruben kepada Polres Tana Toraja. Berkas perkara dan para tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makale serta telah dilakukan persidangan pada semua tingkatan Pengadilan," kata Irwasda Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Perwadi, Minggu (16/6).

Dikatakannya, kasus tersebut mulai dari Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT), Mahkamah Agung (MA) dan Peninjauan Kembali (PK) yang mendapatkan putusan (Incrach) pun telah dilaksanakan. Pembentukan penyidik terkait pengawasan terhadap penyidikan dalam kasus ini pun telah dilakukan Polda Sulsel.

"Sekali lagi, saya katakan bahwa dalam kasus ini Polda sudah membentuk tim investigasi yang terdiri dari Propam, Intelijen dan Reskrimum Polda Sulsel. Dari hasil investigasi itu, tidak adanya ditemukan pelanggaran. dilakukan oleh Polres Tana Toraja yang menangani kasus Ruben," jelasnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Beasr Endi Sutendi mengatakan, tersangka Ruben Pata Sambo sejak awal dilakukannya penyelidikan kasus ini tidak pernah mengaku melakukan pembunuhan terhadap Andarias Pandin (38) dan keluarganya. Tetapi dari hasil penyidikan yang dilakukan anggota Polres Gowa. Terbukti Ruben merupakan otak dari kasus pembunuhan ini.

"Ruben itu sejak awal tidak mengakui kalau dia adalah pelaku pembunuhan. Namun dari hasil penyelidikan Polisi, Dia merupakan otak dari kasus ini. Para terpidana semuanya memiliki peran. Ada tim eksekutor, ada sopir dan ada sebagai intelektuallnya. Ruben itulah yang menjadi otak intelektualnya berdasarkan putusan serta vonisnya," ungkapnya.

Mantan Wakapolrestabes Makassar ini mengatakan, kontroversi kasus Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo divonis mati yang dinyatakan salah tangkap oleh Polres Tana Toraja itu sama sekali tidak benar.

"Fakta penyidikan yang dilakukan Polres Tana Toraja yang berkasnya diterima oleh Kejaksaan hingga ke delapan terpidana divonis oleh pengadilan dengan hukuman yang berbeda. Fakta penyelidikan dan penyidikan sudah ada," ungkapnya.

Sebelumnya Direktorat Reskrimum Polda Sulsel Komisaris Besar Djoko mengatakan, motif pembunuhan terhadap ketiga korban yang dilakukan kedelapan tersangka yang diintelektuali Ruben berkaitan dengan perebutan harta warisan sehingga menimbulkan dendam.

Dilanjutkannya kronologis perencanaan pembunuhan keluarga Andarias Pandin, tersangka Ruben Pata Sambo bersama anaknya Markus alias Edi dan Budianto Tian alias Budi berkumpul pada 21 Desember lalu. Ketiganya berkumpul di kediaman Ruben di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja.

"Ketiganya merencanakan pembunuhan terhadap Andarias Pandin berserta istri dan anaknya. Ruben memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Agustinus untuk mencari eksekutor lainnya dan apabila berhasil, Ruben menjanjikan uang sebesar Rp 2 Juta kepada setiap eksekutor," kata Djoko. (ziz)

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1914022 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas