Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

BBM Naik, Tarif Angkutan Juga Naik

Senin, 17 Juni 2013 19:34 WIB

BBM Naik, Tarif Angkutan Juga Naik
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA, - Berdasarkan hasil pertemuan antara Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda), pemilik angkutan, Kepolisian disepakati bahwa harga tarif angkutan umum di Samarinda tidak lebih dari 30 persen.

"Kami tentu akan menyesuaikan dengan kenaikan tarif BBM. Kita sudah bersepakat, bahwa BBM itu berapa persen kenaikannya, kita sesuaikan dengan kenaikan tarif angkutan. Tarif angkutan kita sudah sepakat, membicarakan dengan semua pengusaha yang ada. Yaitu tidak lebih dari pada 30 persen," kata Abdullah, Kepala Dishub Samarinda ketika ditemui, Senin (17/6/2013).

Saat ini menurut Abdullah, pihaknya sudah membuat tabel terkait penyesuaian tarif angkutan dengan naiknya harga BBM.

Jika BBM naik menjadi Rp Rp 6.000/liter (naik 33 persen) /Rp 6.250/liter (naik 39 persen) dari sebelumnya Rp Rp 4.500/liter maka tarif angkutan dengan naik naik sebesar Rp 350 (lf 60 persen). Dan bila BBM naik menjadi Rp 6.500/liter (44 persen) dari sebelumnya Rp 4.500/liter maka tarif angkot juga naik sebesar Rp 360 (lf 60 persen).

Dalam tabel tertera, untuk trayek A dengan rute Pasar Pagi - Loa Buah yang semula Rp 3.000, dengan kenaikan harga BBM menjadi Rp 6.000/Rp6.250 maka tarif menjadi Rp 3.350 (lf 60 persen). Bila harga BBM menjadi Rp 6.500/  liter maka tarif angkutan menjadi Rp 3.360.

"Sudah setuju, karena itu kita bicarakan bersama. Kami bersama kepolisian, Organda, pemilik kendaraan, pemilik angkutan itu sudah kita undang dan kita bicara satu meja. Itulah keputusannnya, mudah - mudahan, ini bisa diterapkan untuk kedepannya," kata Abdullah.

Yang menjadi pembahasan saat ini menurut Abdullah, adanya sedikit kesulitan terkait pembulatan tarif. Dengan adanya pembulatan, diharapkan tidak ada lagi kesulitan dalam pembayaran antara penumpang dan supir.

"Sehingga pada saat penumpang turun tidak disibukkan supir itu mencari angsulan. Nah, ini yang sudah kita sepakati. Dan ini sudah kita antisipasi, kalau pemerintah mengeluarkan keputusan tentang kenaikan BBM, kami bisa meninjau khususnya untuk tarif angkutan sudah kita sesuaikan dan kita sepakati," kata Abdullah.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas