Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Bensin Mulai Langka dan Mahal di Cianjur Selatan

Senin, 17 Juni 2013 18:34 WIB

Bensin Mulai Langka dan Mahal di Cianjur Selatan
Penjualan bensin eceran

TRIBUNNEWS.COM CIANJUR,  - Pedagang bensin eceran di Kabupaten Cianjur terutama di Cianjur Selatan sudah menaikan harga. Hal itu disebabkan rencana pemerintah menaikan harga BBM bersubdisi. Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun, harga bensin dari harga resmi BBM bersubsidi sebesar Rp 4.500 dijual mencapai Rp 7 ribu per liter.

Seperti yang dilakukan Mang Parman (46), pedagang bensin eceran di Kampung Cipada, Desa Sukamanah, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Ia terpaksa menaikan harga bensin eceran dari Rp 5 ribu menjadi Rp 7 ribu per liter. Pasalnya panjual bensin eceran sudah tidak dilayani untuk membeli bensin di SPBU.

"Kami sudah tidak dilayani untuk membeli bensin di SPBU sampai kenaikan harga bensi diresmikan. Selain itu bensin di SPBU terdekat pasokannya sudah mulai langka," kata Parman kepada Tribun melaui ponselnya, Senin (18/6).

Kalaupun pembelian bensin dilayani oleh pihak SPBU, lanjut Parman, jatah pembelian bensin dibatasi. Pembatasan pembelian ini sudah terjadi dua hari yang lalu sehingga stok bensin yang akan dijualnya sangat terbatas.

"Saya biasa beli 20 liter, kalau sekarang paling dikasih 10 liter saja. Karena bensin terbatas, terpaksa harga dinaikan," kata Parman.

Kondisi tersebut dikeluhkan, Adang Kurnia (28) pendamping keluarga harapan di daerah Cianjur Selatan. Diakuinya jika pasokan bensin di SPBU yang ada di Cianjur Selatan, seperti Pagelaran dan Tanggeung sulit didapat.

"Seminggu terakhir kalau mau isi bensin harus beli eceran dan harga eceran pun sudah naik Rp 7 ribu. Mau tidak mau karena SPBU di Cianjur selatan memang jarang dan sedikit. Kalau pun ada jaraknya dua jam perjalanan. Itu pun kalau beruntung pasokannya ada," kata Adang kepada Tribun di Cianjur, Minggu

Menurut Adang, harga bensin eceran mencapai Rp 7 ribu adalah hal yang wajar. Hal tersebut kemungkinan pihak SPBU memprioritaskan pengendara kendaraan bermotor. Akibatnya pedagang bensin eceran memanfaatkan situasi tersebut dengan menaikkan harga.

"Biasanya pedagang eceran memang menjual bensin Rp 5.000 per liter, namun saat ini saya saja susah mendapatkan bensin di SPBU Cianjur Selatan. Ya wajar saja para pedagang bensin eceran ini menaikan harga sesuai dengan prinsip ekonomi," kata Adang. (*)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas