Senin, 6 Juli 2015
Tribunnews.com

Kemas-Elly Titip Rp 1,2 M di Depan Hakim

Selasa, 25 Juni 2013 04:53 WIB

Kemas-Elly Titip Rp 1,2 M di Depan Hakim
TRIBUN/DANY PERMANA
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Sidang tuntutan Kemas Arsyad Somad dan Eliyanti, terdakwa kasus dugaan korupsi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Jambi (Unja), yang sedianya digelar kemarin siang ditunda satu minggu.

Penundaan dilakukan karena ada penitipan uang pengganti kerugian negara yang diserahkan terdakwa Kemas dan Elly.
Dalam sidang kasus yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,2 miliar, sejumlah uang yang ditunjukkan dalam bukti transfer, dititipkan oleh terdakwa secara formal di hadapan majelis hakim. Jaksa Penuntut Umum Joko Wibisono mengatakan jumlah titipan sesuai dengan kerugian negara, yaitu Rp 1,2 miliar.

Jumlah tersebut belum dipastikan nominalnya. Untuk kepastian, pihak kejaksaan akan mengecek lebih dahulu berapa jumlahnya, karena titipan dikirim melalui transfer rekening BNI, sehingga tidak bisa dihitung langsung di hadapan sidang.

"Etika untuk menitipkan uang pengganti kerugian negara, dalam berita cara akan dicatat. Nanti akan tindaklanjuti saudara jaksa. Tidak ada penetapan, cukup dicatat dalam berita acara," ujarnya, Senin (24/6/2013) siang. Atas titipan uang tersebut, dia mengatakan akan dicatat dalam berita acara, bukan dimasukkan dalam penetapan.

Belum diketahui berapa jumlah uang titipan yang dari terdakwa Kemas, dan berapa yang dari terdakwa Eliyanti.
Kemudian majelis hakim  menanyakan berapa titipan dari Eliyanti, yang kemudian dijawab terdakwa sekitar Rp 40 juta. "Saya minta jaksa catat di berita acara. Satu-satu, untuk saudara Kemas berapa, saudara Eliyanti berapa. Yang menyimpan dalam keadaan aman, nanti saudara jaksa," ujarnya.

Sebelumnya terkait kerugian negara, ditambahkan JPU Joko, sudah ada pengembalian pada 3 Agustus 2012, sekitar Rp 300 juta oleh Kemas Arsyad yang juga mantan Rektor Unja.

Maka atas uang yang dititipkan kali kedua harus dipilah-pilah lebih dahulu. Atas rencana penitipan kemarin, penasehat hukum terdakwa, Ramli Thaha, tidak tahu ada rencana penitipan uang, begitu juga dengan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jambi yang diketuai Suprabowo.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas