Wartawan Harian Parepos Dianiaya Sekdes

Selasa, 25 Juni 2013 14:31 WIB

Wartawan Harian Parepos Dianiaya Sekdes
Tribun Timur
Irfan, Wartawan Harian Parepos dianiaya Sekretaris Desa Lepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. 

TRIBUNNEWS.COM, BARRU - Tindakan kekerasan kembali terjadi terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas peliputan. Kali ini menimpa Irfan Wartawan Harian Parepos, yang bertugas di Barru, Selasa (25/6/2013) sekitar pukul 09.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, saat itu Irfan yang bermaksud melakukan tugas peliputan, tiba-tiba dihentikan saat berkendara, tepat di Jl Poros Barru Parepare. Menurut Irfan, ia sempat dicekik Aminuddin, yang juga Sekretaris Desa Lepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Kabarnya, pemukulan tersebut dilakukan Aminuddin, yang juga tim pengelola kegiatan (TPK) lantaran jengkel, karena Irfan berulang kali memberitakan buruknya pembangunan Jempatan Nepo, yang dikelola PMPN tersebut. Bahkan kini bagian kiri jembatan tersebut sudah rubuh.

Kepada sejumlah wartawan, Irfan yang ditemui saat melaporkan kasus yang menimpa dirinya di Mapolsek Mattirotasi, mengaku, terpaksa melaporkan hal tersebut karena sudah merasa terancam.

"Selain dicekik, saya juga pernah diancam beberapa hari lalu melalui SMS, saya merasa terancam, makanya saya melapor," kata Irfan.

Kepala Desa Nepo, Amma Husain yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengaku sudah menasehati bawahannya, agar tak mengulang lagi perbuatan tersebut.

Iapun berharap agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, dan tak lagi diperpanjang, alias kedua belah pihak didamaikan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help