• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Wartawan Harian Parepos Dianiaya Sekdes

Selasa, 25 Juni 2013 14:31 WIB
Wartawan Harian Parepos Dianiaya Sekdes
Tribun Timur
Irfan, Wartawan Harian Parepos dianiaya Sekretaris Desa Lepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. 

TRIBUNNEWS.COM, BARRU - Tindakan kekerasan kembali terjadi terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas peliputan. Kali ini menimpa Irfan Wartawan Harian Parepos, yang bertugas di Barru, Selasa (25/6/2013) sekitar pukul 09.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, saat itu Irfan yang bermaksud melakukan tugas peliputan, tiba-tiba dihentikan saat berkendara, tepat di Jl Poros Barru Parepare. Menurut Irfan, ia sempat dicekik Aminuddin, yang juga Sekretaris Desa Lepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

Kabarnya, pemukulan tersebut dilakukan Aminuddin, yang juga tim pengelola kegiatan (TPK) lantaran jengkel, karena Irfan berulang kali memberitakan buruknya pembangunan Jempatan Nepo, yang dikelola PMPN tersebut. Bahkan kini bagian kiri jembatan tersebut sudah rubuh.

Kepada sejumlah wartawan, Irfan yang ditemui saat melaporkan kasus yang menimpa dirinya di Mapolsek Mattirotasi, mengaku, terpaksa melaporkan hal tersebut karena sudah merasa terancam.

"Selain dicekik, saya juga pernah diancam beberapa hari lalu melalui SMS, saya merasa terancam, makanya saya melapor," kata Irfan.

Kepala Desa Nepo, Amma Husain yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengaku sudah menasehati bawahannya, agar tak mengulang lagi perbuatan tersebut.

Iapun berharap agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, dan tak lagi diperpanjang, alias kedua belah pihak didamaikan.

Hanya saja keinginan kepala desa tersebut ditolak oleh Wakil Pimpinan Redaksi Parepos, Nurhalim, yang ikut mendampingi Irfan saat melapor di Mapolsek Mallusetasi.

"Ini bukan soal damai tidak damai, tapi kami khawatirkan ada kejadian yang sama dan terulang lagi yang menimpa jurnalis lainnya. Makanya kami tetap akan melanjutkan kasus ini melalui proses hukum yang berlaku," kata Nurhalim.

Kapolsek Mattirotasi, Abd Latief yang dikonfirmasi terpisah, berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut.

"Kami sudah mediasi, namun tidak menemui jalan keluar. Korban tetap ingin melanjutkan kasus ini, dan kami akan menyelesaikannya sesuai prosedural," janji Abd Latief.(Ali)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1949362 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas