• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Calon Wali Kota Jambi Bingung Jawab Ichsanuddin Noorsy

Rabu, 26 Juni 2013 03:29 WIB
Calon Wali Kota Jambi Bingung Jawab Ichsanuddin Noorsy
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Pengamat Ekonomi dan Politik, Ichsanuddin Noorsy

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Debat calon wali kota dan wakil Wali Kota Jambi tahap ke dua, oleh KPU Kota Jambi, Selasa (25/6/2013) berlangsung seru. Bagi pasangan calon wali kota kesempatan itu tidak akan dilewatkan. Ini waktu terakhir bagi calon untuk menyampaikan visi dan misinya menjelang pemilihan wali kota Jambi.

Namun yang menarik dari debat dengan panelis Ichsanudin Noersy pengamat kebijakan publik, Aulia Tasman Rektor Unja dan Rahmat Hidayat Direktur KKI Warsi, para calon wali kota terlihat bingung menjawab pertanyaan dari panelis terutama Ichsanudin. Bahkan tak jarang Ichsanudin yang khusus datang dari Jakarta ini membantah jawaban pasangan calon wali kota.

Dalam pertanyaannya, Ichsanudin mengungkapkan tentang ekonomi kerakyatan kepada pasangan nomor satu Bambang-Yeri.  Tentang naiknya harga BBM yang disubsidi dengan Bantuan Langsung Sosial Mandiri (BLSM), dia menanyakan apakah BLSM merupakan bagian dari ekonomi kerakyatan.

Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Yeri dengan menyatakan persoalan BLSM adalah bantuan dari pemerintah dan pasti pemerintah pro terhadap rakyat. "Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Pasal 33 Tahun 1945," jawab Yeri.
Namun ketika Ichsanudin mempertanyakan tentang batas kemiskinan di Kota Jambi pada calon wali Kota Jambi Bambang Priyanto, Bambang hanya diam dan tak dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Selanjutnya Ichsanudin bertanya pada pasangan calon nomor urut dua Sum Indra-Maulana tentang pendidikan. Dia pertanyakan tentang berapa kecamatan yang tidak punya SMA  di Kota Jambi. Calon wali Kota Jambi Sum Indra mengatakan saat ini ada satu wilayah yang tidak punya yaitu daerah Pelayangan.

"Menurut data yang saya punya ada dua wilayah yang tidak punya sekolah yaitu wilayah Pasar dan wilayah Pelayangan," kata Ichsanudin.

Selanjutnya Ichsan juga bertanya pada pasangan nomor urut tiga yaitu Sy Fasha dan Abdullah Sani tentang kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto  (PDB). "Kontribusi UMKM terhadap PDB adalah sebanyak 40 persen," jawab Sy Fasha.
Namun Ichsan lagi-lagi membantah. Menurutnya di Kota Jambi saat ini belum diketahui berapa kontribusi UMKM terhadap PDB.  
Selanjutnya Ichsan juga mempertanyakan tentang layanan publik melalui program birokrasi pada pasangan nomor 4 Effendi Hatta dan Asnawi Ab. Sama dengan semua pasangan sebelumnya, jawaban yang diberikan pasangan ini pun lantas ditambahkan oleh Ichsanudin.

Selain Ichsanudin, panelis lainnya yakni Rektor Unja Aulia Tasman juga mempertanyakan tentang pendidikan yang menurutnya tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Menurutnya banyak tamatan SMA yang tidak mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri dikarenakan kualitas pendidikan. Selanjutnya panelis lainnya yaitu Rahmat Hidayat Direktur KKI Warsi mempertanyakan tentang kelayakan hidup masyarakat dalam konteks lingkungan.

Setelah panelis memberikan pertanyaan pada masing-masing pasangan. Disambung dengan masing-masing calon wali kota memberikan pertanyaan antarcalon.

Dalam pertanyaan ini masing-masing calon mengambil amplop untuk daftar pertanyaan. Pasangan Bambang-Yeri (Bayer) bertanya pada pasangan Fasha-Abdullah Sani (Fas). Pasangan nomor urut dua Sum Indra-Maulana (Simpatik) bertanya pada pasangan Effendi Hatta- Asnawi (Fena). (arn)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas