• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribunnews.com

Kejagung Selidiki Oknum Jaksa Peras Guru

Rabu, 26 Juni 2013 03:47 WIB
Kejagung Selidiki Oknum Jaksa Peras Guru
IST
Ilustrasi pemerasan

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kejaksaan Agung merespon aksi demonstrasi seribuan guru di Baturaja dengan mengirimkan tim untuk menyelidiki dugaan pemerasan dilakukan oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Baturaja, Kabupaten OKU.

Tim terdiri dari tiga jaksa pengawas dipimpin Inspektur II Jamwas Kejagung I Ketut Arthana. Proses klarifikasi dilakukan secara maraton, sejak Senin (24/6/2013), di kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel dan dilanjutkan, Selasa (25/6/2013).

Sejumlah pihak diklarifikasi yakni Kepala Kejari Baturaja Suharto, Kepala Seksi Intel Andy Suryadi, beserta seorang staf intel, Kepala Dinas Pendidikan OKU HA Tarmizi, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Paranto, serta perwakilan Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKGS) Kabupaten OKU.

Proses pemeriksaan berlangsung selama 7 jam mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Kejati Sumsel, Jhoni Ginting, mengatakan, untuk sementara, hasil pemeriksaan belum diperoleh. Hasil klarifikasi akan ditindaklanjuti dengan laporan ke Kejagung.
"Kejaksaan Agung melakukan klarifikasi secara maraton. Seluruhnya diklarifikasi terkait laporan, apakah itu benar terjadi," ujar Ginting.

Dia menegaskan, proses klarifikasi sebatas memastikan kebenaran oknum yang terlibat dalam tindak pidana tersebut.
"Apakah itu kebenarannya terbukti. Klarifikasi dilakukan untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan sejumlah guru tentang adanya oknum Kejari Baturaja terlibat tindak pemerasan kepada guru di kabupaten tersebut," kata dia.

Menurut dia, jajaran Kejati Sumsel akan menjalankan prosedur tetap jika diketahui oknum yang dimaksudkan terbukti melakukan tindakkan pemerasan. Oknum yang terbukti akan menerima hukuman sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
"Tidak masalah ya, tindakan kami ada protap kok, sesuai itu akan dilakukan mekanismenya," tegas Ginting meyakinkan penegakan hukum di lingkungan korps Adhyaksa Sumsel.

Senada dikatakan Asisten Bidang Intelijen Kejati Sumsel, Adil Wahyu Sh MH, proses hukum dilakukan sesuai dengan aturan dan protap yang berlaku.

Proses klarifikasi dilakukan terpisah dengan proses hukum yang terus berlangsung atas kasus dugaan korupsi di Disdik OKU.
"Kasus yang ditangani akan terus berlangsung. Ini klarifikasi biasa terkait dugaan keterlibatan tertentu dalam upaya pemerasan," katanya.

Berdasarkan aturan yang berlaku, oknum yang terbukti melakukan tindakkan pemerasan akan diganjar hukuman yang setimpal. Mulai dari teguran, hukuman pemecatan, hingga masuk ke ranah pidana. Jika terbukti melanggar ranah pidana, oknum yang bersangkutan akan langsung dipecat dari PNS.

Belum diketahui proses klarifikasi akan berakhir kapan. Pemeriksaan yang dilakukan hingga saat ini masih dalam koridor pemeriksaan internal.

Humas Kejati Sumsel Ikeu Bachtiar mengatakan, kedatangan tim dari Kejagung merupakan respon positif institusinya dalam menanggulangi isu yang berkembang di lapangan.

"Kedatangan Kejagung memberikan kesan positif terhadap keseriusan penanganan dugaan ini, penanganan yang cepat menggambarkan keseriusan pengungkapan," ungkap Ikeu.

Kajari Baturaja Suharto kemarin belum dapat dmintai komentar karena langsung meninggalkan Kejati sudai proses klarifikasi. Dia pernah membantah melakukan pemerasan pada saat klarifikasi dilakukan Kejati Sumsel beberapa waktu lalu.

Sebelumnya pada Kamis lalu ratusan guru dari FKGS menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oknum di Kejari Baturaja. Saat ini Kejari sedang menangani perkara blok grand Disdik OKU yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 400 juta. Total nilai proyek sebesar Rp 20 miliar untuk rehab rangka baja 16 bangunan SD di Baturaja. Pada kasus ini telah ditetapkan dua orang tersangka dari jajaran Disdik OKU. (iam)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Sumsel
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1951761 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas