• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

DPR Pantau Penanganan Bayi Berkepala Dua di Cilacap

Jumat, 28 Juni 2013 16:06 WIB
DPR Pantau Penanganan Bayi Berkepala Dua di Cilacap
net
DPR RI

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA,— Komisi IX DPR menjamin bayi yang lahir dengan dua kepala di Cilacap, Jawa Tengah, akan mendapat penanganan optimal. Tim dari Komisi IX akan turun langsung untuk melakukan pengawasan.

Anggota Komisi IX DPR, Aditya Didi Moha, mengatakan, pihaknya akan mengawasi penanganan pasien tersebut. Dari sisi teknis, penanganannya diserahkan kepada pihak rumah sakit.

"Kita harus memastikan agar (pasien) tidak terbengkalai dan dapat terlayani dengan baik," kata Aditya saat dihubungi pada Jumat (28/6/2013).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, bila bayi yang lahir pada Rabu (27/6/2013) malam itu tidak mendapat layanan baik atau terkendala fasilitas peralatan di rumah sakit, Komisi IX akan menjemputnya. DPR akan merujuknya ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih baik.

"Kita akan turun secara langsung untuk memastikan," ujarnya.

Sebelumnya, bayi berkepala dua lahir dalam kondisi sehat di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Duta Mulya, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sekitar pukul 21.25 WIB, melalui proses operasi caesar. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini merupakan anak kedua pasangan Usman (36) dan Munjiah (27), warga Desa Purwosari RT 01 RW 03, Kecamatan Wanareja, Cilacap.

Bayi ini terlahir dalam kondisi sehat dan memiliki panjang tubuh 46 sentimeter dengan berat badan 4.200 gram. Kelainan yang dialami bayi ini dalam istilah medis disebut dicephalus parapagus on joined twins, yakni kembar mulai dari kepala sampai leher. Kelainan ini diduga akibat faktor mutasi genetik karena saat janin berusia dua minggu terjadi proses pembelahan.

Dokter yang menangani kelahirannya mengatakan bahwa kejadian ini sangat langka dengan perbandingan satu per 200.000 kelahiran. Berdasarkan data, kelahiran bayi berkepala dua ini merupakan yang ketiga kalinya di Indonesia karena sebelumnya pernah terjadi pada 2009 dan 2012.

Agar mendapatkan penanganan optimal, bayi ini akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1962082 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas