Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Rhoma: 100 Persen Maju Capres

Minggu, 30 Juni 2013 21:57 WIB

Rhoma: 100 Persen Maju Capres
TRIBUN SUMSEL/M.AWALUDDIN FAJRI
Raja dangdut H Rhoma Irama saat memberikan tausyiah di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (14/2/2013). Disela tausyiah yang diberikannya beliau sempat menyanyikan lagu lawasnya (TRIBUN SUMSEL/M.A. FAJRI)

TRIBUNNEWS.COM , MALANG - Raja dangdut Rhoma Irama semakin optimis maju menjadi calon presiden (capres) 2014 mendatang. Menurutnya, dukungan terhadapnya saat ini semakin meluas.

Hal tersebut diungkapkan Rhoma, saat berkunjung ke Universitas Islam Malang (Unisma), Minggu (30/6/2013). Menurut Rhoma saat ini dukungan terhadapnya semakin solid. Terumata melalui Partai Kebangkitan Bangsa yang sejak awal menggandengnya. “Positif 100 persen maju (capres),” ucapnya singkat saat diwawancarai.

Lanjut Rhoma, sejauh ini kehadirannya sebagai capres disambut positif di kalangan Nahdlathul Ulama (NU) yang menjadi basis PKB. Hingga pada tingkat akar rumput semuanya solid untuk mengusung dirinya sebagai calon presiden dari partai yang didirikan Gus Dur ini. Rhoma optimis pada saatnya nanti, di tahun 2014 dukungan terhadap dirinya semakin bertambah solid dan kian meluas. “Saya optimis,” ucapnya singkat.

Sayangnya saat akan ditanya lebih jauh, pengawalnya segera membawa ke dalam mobil. Kedatangan Rhoma memang terlambat. Dari jadwal semula pukul 15.00 WIB, namun Rhoma baru tiba pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya di depan civitas akademika Unisma, Rhoma berjanji untuk menegakan Ahlusunnah wal Jamaah, akidah yang dianut oleh NU. Menurutnya saat ini tengah tumbuh kalangan Islam yang ekslusif yang mengkotakan dan mengharamkan Islam yang lain.  Untuk itu Rhoma menegaskan komitmennya untuk menegakan Islam dengan ke-Indonesia-an. “Islam yang rahmatan lil alamin itu sejalan dengan prinsip bangsa Indonesia. Jadi kita harus melindungi akidah kita dari kelompok Islam yang eksklusif,” ujarnya.

Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini yang mendampingi Rhoma, turut membenarkan. Menurutnya PKB terus melakukan sosialisasi di akar rumput NU. Namun, hasil akhirnya akan menunggu hasil pemilu legislatif 2014 mendatang.

Menurutnya, jika perolehan suara PKB mencukupi, maka akan otomatis mengusung Rhoma Irama sebagai capres. Namun jika perolehan suara PKB tidak mencukupi, maka PKB akan mencari partai lain untuk berkoalisi. “Yang pasti kami tetap mengusung Rhoma Irama. Meski pun nanti kami harus berkoalisi dengan partai lain,” tegasnya.

Tekad PKB telah diwujud dengan terus memperkenalkan Rhoma ke para kyai dan kaum Nahdliyin. Bahkan secara berseloroh Helmy menyebut PKB sebagai Partai Ksatria Bergitar (sebutan Rhoma Irama). “Sebutan lain PKB adalah Partai Ksatria Bergitar,” ucap disambut tepuk tangan setiap yang hadir .

Pengamat politik LIPI, Lili Ramli mengatakan, dari lima partai Islam yang ada, PKB mempunyai tingkat  elektabilitas tertinggi. Hal ini dikarenakan PKB tidak sekedar membawa nama Islam, namun Islam dengan warna Indonesia. “Ternyata Islam Indonesia itu lebih bisa diterima dari pada partai yang mengusung Islam dengan murni,” ungkapnya.

Masih menurut Lili, dari hasil survey PKB mengungguli PKS, PAN, PPP dan PBB. Bakan PKB satu-satunya partai Islam yang lolos parliament threshold  sebesar 3,5 persen. Secara keseluruhan PKB menempati posisi nomor lima di bawah PDIP, Golkar, Demokrat dan Gerindra.

Selain membawa Islam ke-Indonesia-an, PKB dinilai unggul karena mempunyai pengurus yang yang solid. Partai ini telah berhenti dari konflik berkepanjangan selama ini. Faktor lainnya  dukungan PBNU terhadap PKB. “Berulang kali Kyai Said Agil Siradj mengungkapkan bahwa partainya NU adalah PKB. Pernyataan itu secara signifikan mengangkat dukungan terhadap PKB,” ungkapnya.

Rhoma Irama juga mempunyai peran signifikan. Selama ini Rhoma diketahui mempunyai dukungan massa fanatik dari kalangan ibu-ibu. Lili menyebut, dukungan kaum perempuan dikenal lebih loyal, dan setia. “Jika sudah punya pilihan, ibu-ibu sulit untuk dialihkan. Itu keunggulan Rhoma untuk mengangkat du kungan terhadap PKB,” ujarnya.

Rektor Unisma, Prof Suratman mengatakan, pihaknya mengundang Rhoma dan Helmy sebagai pembicara dalam Sarasehan Pembangunan Desa Mandiri Sebagai Basis Pembangunan Masyarakat. Meski keduanya dari kalangan partai dan membawa misi politik, Unisma tetap bersikap netral. “Siapa pun yang ingin membagikan ilmunya di Unisma, kami bersikap terbuka. Unisma tetap menjaga netralitasnya,” tegasnya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas