• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 12 Juli 2014
Tribunnews.com

Jenazah Korban Gempa Gayo Tertimbun dengan Posisi Berdiri

Sabtu, 6 Juli 2013 18:26 WIB
Jenazah Korban Gempa Gayo Tertimbun dengan Posisi Berdiri
SERAMBI/M ANSHAR
Anggota TNI Batalion Infanteri 114 menemukan jenazah korban gempa di Gayo, Aceh Tengah 

TRIBUNNEWS.COM, TAKENGON  - Pencarian terhadap para korban gempa Gayo yang diyakini masih hilang terus dilakukan. Pencarian dipusatkan di Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Sejak pagi hingga sore, tim pencari (terdiri atas TNI, Polri, dan SAR) hanya menemukan sesosok mayat bocah tujuh tahun bernama Sahara.

Saat ditemukan Jumat (5/7), mayat Sahara dalam posisi berdiri tertimbun pasir dan batu, di balik sebuah batu besar pada pinggir Sungai Bah. Longsoran tanah dan batu menutup hingga ke dahinya. Sedangkan tangan kanannya terangkat ke atas.

Tangan itulah yang kemudian terlihat oleh seorang anggota TNI Batalion Infanteri 114/SM Bener Meriah saat melakukan pencarian. Setelah itu, dilakukan penggalian dengan cangkul dan sekop agar tubuh korban bisa diangkat. Selanjutnya mayat Sahara dimasukkan ke kantong mayat untuk dikuburkan di Desa Kute Glime, kecamatan setempat.

Meski berada di pinggir sungai, tapi proses evakuasi korban memakan waktu satu jam lebih karena sulitnya medan. Apalagi saat tim penyelamat berada di bidang landai ngarai Desa Bah tiba-tiba terjadi dua kali gempa. Namun, tidak menyebabkan lereng ngarai itu runtuh, sebagaimana terjadi pada 2 Juli lalu.

Proses evakuasi itu disaksikan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi yang turun ke lokasi sejauh 12 meter menggunakan tali. Total tinggi tebing hingga ke Desa Bah yang berada di bagian landai ngarai itu mencapai 100 meter. “Dari ketinggian, orang yang berada di dasar ngarai, terlihat seukuran semut,” lapor Anshar.

Menjelang shalat Jumat, pencarian korban dihentikan sementara dan dilanjutkan seusai shalat dan makan siang.

Saat pencarian dilanjutkan hingga sore, tidak satu mayat pun ditemukan, meski diyakini tujuh korban lagi masih tertimbun longsor di Desa Bah. Baru sekitar pukul 08.30 WIB kemarin, pasukan TNI dan Polri merapat ke Desa Dah, Kecamatan Ketol, kawasan yang paling parah terkena dampak gempa berkekuatan 6,2 SR pada 2 Juli lalu.

Untuk mencapai desa itu, regu pencari dan penyelamat harus turun dengan tali. Soalnya, Desa Dah berada di bidang landai sebuah ngarai. Tebing ngarai itulah yang luruh akibat gempa, sehingga menutupi lebih separuh dari sekitar 74 rumah di desa itu.

Editor: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas