• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Tekuk Jeruji Besi dengan Kain Basah, Tahanan LP Batam Kabur

Sabtu, 6 Juli 2013 12:52 WIB
Tekuk Jeruji Besi dengan Kain Basah, Tahanan LP Batam Kabur
ist
Mat Bastari bin Alamsyah (22) 

Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Mat Bastari bin Alamsyah (22), Narapidana (Napi) yang divonis enam bulan penjara terkait kasus pencurian  mendadak hilang dari sel tahanan di Paviliun C kamar No.5 Rutan Klas IIA Batam.

Kepala Rutan Klas IIA Batam, Anak Agung Gde Krisna ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/7/2013) membenarkan atas informasi ini, dan menuturkan kalau napi itu kabur dengan cara membengkokkan jeruji pintu sel tahanan menggunakan kain basah dengan cara dipelintirkan.

Setelah berhasil membengkokkan jeruji besi itu, napi tersebut kemudian memanjat pagar di dalam rutan lalu naik ke atap, lantas melompat keluar ke gedung Satuan Kerja (Satker) dan kabur melarikan diri ke arah Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam.

"Diketahuinya pas absen tahanan, namun saat di cek melalui CCTV tidak ada ditemukannya pelarian Napi tersebut yang terekan CCTV, namun setelah dilacak jejak pelariannya terlihat," kata Agung.

Agung mengaku berdasarkan informasi dari teman satu sel napi itu, sekitar pukul 04.30 WIB pelaku masih ada terlihat duduk didepan selnya. Dan karena sudah masuk shalat Subu jadi teman-teman pelaku mengajak napi itu untuk ke masjid.

"Namun setelah itu tidak diketahui dan ketahuannya pas absen warga binaan Rutan Klas IIA Batam pagi tadi," ungkap Agung.

Agung sangat menyangkan atas kaburnya Mat Bastari bin Alamsyah ini, mengingat napi ini tinggal hitungan hari lagi untuk menghirup udara bebas.

"11 Juli 2013 ini, Mat Bastari dinyatakan bebas, tapi dia malah hilang duluan," kata Agung seraya menambahkan untuk saat ini jumlah warga binaan di Rutan klas IIA Batam sudah over, yakni dari kapasitas 250, namun yang ada saat ini 458 warga binaan.

Masih dengan Agung, dirinya menyebutkan Mat Bastari sendiri ditempatkan di paviliun C kamar nomor 5 yang merupakan sel tahanan bagi narapidana yang hendak bebas (minimum sekuriti).

"Pengamanan di sel tahanan itu tak seperti sel tahanan lain, sebab sel tersebut tempat narapidana yang hendak bebas. Selain pelaku, ada lima narapidana lain di sel tahanan itu," ungkap Agung.

Guna penyelidikan pihak Rutan Batam sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Poltresta Barelang untuk mengejar dan mencari keberadaan pelaku. (mau)

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Tribun Batam
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1992131 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas