• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribunnews.com

Titik Simpul Monorel Bandung Ada di Leuwipanjang

Minggu, 21 Juli 2013 02:28 WIB
Titik Simpul Monorel Bandung  Ada di Leuwipanjang
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga mencoba naik contoh monorel buatan Cina di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013). PT Jakarta Monorail memajang kereta buatan perusahaan Cina, Changchun Railway Vehicles Co.,LTD. (WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Keinginan warga Kota Bandung memiliki moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah tampaknya bisa segera terwujud, menyusul ditandatanganinya MoU atau nota kerja sama antara Pemprov Jabar dan CMC (China National Machinery Import and Export Corporation) tentang pembuatan masterplan penyusunan rencana induk transportasi Bandung Raya.

Satu hal yang utama dalam MoU itu adalah pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya. Penandatanganan MoU dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Vice President CMC Mr Zhao Jun di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (20/7). Hadir dalam acara itu Pangdam III Siliwangi Mayjen Sonny Widjaja dan Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius.

Monorel ini akan menghubungkan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat dengan Tanjungsari di Kabupaten Sumedang. Juga akan menghubungkan Alun-alun Soreang di Kabupaten Bandung dengan kawasan Ciumbuleuit di Kota Bandung. Titik simpul yang menghubungkan wilayah barat-timur-utara-selatan itu terdapat di kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung.

Jalur barat-timur membentang mulai dari Padalarang-Kota Baru Parahyangan-Batujajar- Cimahi-Cimindi-Cibeureum-Pasirkoja-Leuwipanjang-Buahbatu-Kiaracondong-Margahayu- Metro-Gedebage-Cibiru-Cileunyi-Unpad Jatinangor-Tanjungsari.

Jalur utara-selatan membentang dari Ciumbuleuit-Unpar-Sabuga-ITB-Ciwalk-Unisba- Istana Plaza-Viaduct-Palaguna-Unpas-Karapitan-BKR-Pasirluyu-Leuwipanjang-Cibolerang- Miko Mall-Taman Kopo Indah-Margahayu-Sulaeman-Katapang-Pemkab Bandung-Alun alun Soreang.

Heryawan mengatakan pembangunan monorel yang akan menghabiskan dana sekitar Rp 10 triliun ini dilakukan CMC bekerjasama dengan swasta lokal yang dimotori Panghegar Group. Pemprov Jabar, kata Heryawan, tidak akan mengeluarkan dana sepeser pun.

"Biayanya sepenuhnya dari swasta, kami hanya memfasilitasi lahannya saja. Nanti kalau monorelnya sudah terbangun, kami yang akan membuat regulasi untuk menentukan besaran tarifnya," kata Heryawan.

Menurut Heryawan, MoU ini berisi rencana induk transportasi Bandung Raya yang meliputi, penyusunan rencana induk transportasi Bandung Raya dan penyusunan pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya.

"Masterplan-nya dibuat bersama oleh CMC dan Pemprov Jabar beserta swasta lokal. Biaya untuk membuat masterplannya sekitar Rp 58 miliar dan dananya ditanggung oleh CMC," kata Heryawan.

Menurut Heryawan, pembuatan masterplan akan berjalan selama satu tahun, setelah itu melakukan studi kelayakan selama enam bulan. Jika semuanya rampung kata Heryawan, saat itulah langsung dilakukan pembangunan monorel. Jika tak ada aral melintang, pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya akan dimulai pada Januari 2015. (san)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2056491 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas