• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Bendungan Wai Ela Jebol, Sekolah Hanyut ke Laut Diterjang Air Bah

Jumat, 26 Juli 2013 03:41 WIB
Bendungan Wai Ela Jebol, Sekolah Hanyut ke Laut Diterjang Air Bah
TRIBUN LAMPUNG/ROBERTUS DIDIK BUDIAWAN
Bendungan jebol

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Selain menghanyutkan ratusan rumah warga, terjangan air bah dari bendungan Wai Ela juga menghanyutkan empat gedung sekolah di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/7/2013) pagi tadi.

Empat gedung sekolah tersebut yakni sebuah gedung sekolah SMA, tiga gedung SD dan satu gedung taman kanak – kanak.  Saat bendungan jebol keempat sekolah itu ikut dibawa air bah ke laut.

”Keempat sekolah tersebut berlokasi tidak jauh dari aliran sungai,” kata Ahmad Mahulauw salah seorang warga Negeri Lima di lokasi kejadian, Kamis sore.

Warga yang sempat menyaksikan detik detik jebolnya bendungan tersebut menuturkan, bendungan Wai Ela jebol sekitar pukul 10.00 WIT saat itu, permukaan air di bendungan mulai meluap dan akhirnya keluar dari pintu air yang belum rampung dan langsung menjebol bendungan tersebut.

“Kita sempat menyaksikan peristiwa itu beberapa saat karena saat itu saya ada disana, setelah itu kita langsung menyelamatkan diri melalui jalan alternatif,” ungkap Jamaludin Lautetu.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah warga juga dilaporkan hanyut terbawa derasnya air sungai. Tidak hanya itu, air bah juga membuat pemukiman warga di desa tersebut rata dengan tanah dan hanya tersisa beberapa pondasi rumah.

Pantauan di lokasi bencana, tidak semua rumah warga Negeri Lima hancur dan hanyut terbawa air bah. Air bah hanya menyapu rumah – rumah warga yang berada di lokasi tidak jauh dari aliran sungai tersebut, sehingga bekas pemukiman warga tersebut tampak seperti lapangan yang luas.

Dari data BPBD Maluku, sedikitnya 450 rumah warga hanyut terbawa air bah berserta harta benda warga lainnya. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi warga sejak subuh tadi setelah situasi bendungan Wai Ela dinyatakan berbahaya. Ratusan warga lainnya bahkan sudah mengungsi sejak Rabu (25/7/2013) sore. (Rahmat Rahman PAtty)

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas