Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Ini Detik-detik Sebelum AKP Yahya Tewas Masuk Jurang

Jumat, 26 Juli 2013 01:33 WIB

Ini Detik-detik Sebelum AKP Yahya Tewas Masuk Jurang
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Jenazah Kanit Resmob Polda Jateng, AKP Yahya Renaldy Lihu tiba di RS Bayangkara Polda Jateng, Kota Semarang, Jateng, Kamis (25/7/2013). Jenazah AKP Yahya Renaldy Lihu bersama tersangka penipuan bermodus penggandaan uang, Muhyaroh tiba di RS Bayangkara pada pukul 14.21 untuk dilakukan otopsi. AKP Yahya meninggal dunia setelah jatuh ke jurang kedalaman 50 meter dengan tangan terikat bersama tersangka Munyaroh di Desa Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng A Prianggoro

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yahya Renaldy Lihu, Kepala Unit Resmob, Direskrimum Polda Jateng gugur dalam tugas, Kamis (25/7/2013). Apa yang sebenarnya menimpa perwira pertama Polri yang kemudian mendapat kenaikan pangkat sebagai Kompol anumerta itu?

Rupanya saat itu Yahya dan delapan anak buahnya tengah mencari keberadaan Yolanda Irfan Putra, anak Prof Dr Barda Nawawi SH, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), yang hilang pada 5 Juni lalu. Polisi menangkap Muhyaro, warga Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, orang terakhir yang berkomunikasi dengan Irfan. 

"Kami tersesat saat hendak menuju ke rumah Muhyaro. Saat itu, Muhyaro masih berada di dalam mobil. Pak Yahya kemudian mengobrol dua mata dengan Muhyaro di mobil," kata seorang anggota polisi.

Para anggota Resmob tidak tahu persis isi pembicaraan Yahya dan Muhyaro. Selanjutnya, Yahya memutuskan mengajak Muhyaro turun dari mobil untuk menunjukkan sebuah tempat.

Yahya mengaitkan borgol pada tangan kirinya dan tangan kanan Muhyaro.

"Tiba-tiba tersangka melompat ke jurang, kedalamannya kira-kira 200 meter (versi lain menyebut 50 meter). Pak Yahya ikut terseret jatuh. Kami panik kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan evakuasi," kata polisi tersebut.
Rombongan polisi tiba di sekitar rumah Muhyaro sekitar pukul 04.00 WIB.

AKP Yahya bersama anggotanya menggunakan tiga mobil. Muhyaro ditangkap pada Selasa (23/7/2013) dini hari, di rumah kerabatnya, Musyrifin. Lokasi penangkapan tak jauh dari rumah  Muhyaro.

Pencarian Irfan atas perintah dari Barreskrim Mabes Polri, Jakarta, ditujukan kepada Polda Jateng dan Polrestabes Semarang. Irfan menghilang di Alun-alun Magelang, pada Jumat (5/7/2013) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, Irfan naik mobil diantarkan oleh sopirnya, Ismudi.

Mereka tiba di Alun-alun Magelang sekitar pukul 20.00 WIB. Irfan menjelaskan kepada sopirnya ingin menemui seorang temannya. Ketika sopirnya tertidur di mobil, Irfan menghilang dan  teleponnya tidak bisa dihubungi.

"Menurut hasil penyelidikan, Irfan melakukan komunikasi terakhir dengan telepon milik Muhyaro. Saat itu kami tidak tahu siapa itu Muhyaro," kata seorang polisi.

Kamis (11/7/2013) malam, petugas Polrestabes Semarang dan Polsek Windusari mengepung rumah Muhyaro di perbukitan dan tidak bisa diakses kendaraan. Ketika melakukan pengepungan, polisi melihat sekelompok orang yang diantarkan seorang pria, Taufik Kemedi.

Polisi menghentikan rombongan itu sebelum sampai ke rumah Muhyaro. Setelah diinterogasi, ternyata diketahui Taufik Kemedi juga pernah berkomunikasi dengan Irfan.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jateng

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas