Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

BPOM Aceh Temukan Produk Kedaluwarsa

Minggu, 28 Juli 2013 00:24 WIB

BPOM Aceh Temukan Produk Kedaluwarsa
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan pemeriksaan jajanan berbuka puasa di Taman Sari, Banda Aceh, Jumat (12/7/2013). Selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah, BBPOM gencar melakukan sidak untuk menjamin keamanan dan kesehatan makanan yang beredar di pasaran. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR 

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Banda Aceh, Sabtu (27/7/2013), dalam sebuah razia menemukan belasan produk makanan dan minuman kedaluwarsa masih dijual di sejumlah toko di Kota Bireun, NAD.

Temuan ini diperoleh setelah petugas melakukan razia di 29 pertokoan yang menjual obat-obatan, kosmetika, obat tradisional maupun toko swalayan.

Dari ke-29 toko tersebut, 16 di antaranya dianggap tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan karena menjual barang-barang kedaluwarsa dan tak memiliki izin edar.

Dra Effiyanti, Apt, petugas Balai POM Banda Aceh, mengatakan pihaknya terus mengintensifkan pengawasan obat dan makanan di sejumlah tempat yang diyakini belum mengantongi izin edar bahkan menjual barang kedaluwarsa.

Razia dan pengawasan dilakukan untuk meningkatkan pengamanan, pengawasan obat, kosmetika, obat tradisional, produk komplemen maupun makanan dan minuman yang diperjualbelikan agar terjamin dari segi kesehatan dan halal untuk dikonsumsi masyarakat.

“Apalagi ini bulan puasa, sebaiknya semua makanan, minuman harus berkualitas baik dan aman dikonsumsi masyarakat,” kata Effiyanti.

Ia menambahkan, sejumlah barang yang ditemukan menyalahi ketentuan antara lain biskuit, susu bubuk, saus botol, bubur bayi dan teh dalam botol.

Selain itu, petugas BBPOM juga menemukan 39 merek kopi tanpa izin edar dan minuman instan dalam kemasan yang sudah rusak.

“Kepada kaum perempuan juga diharapkan berhati-hati karena petugas kita juga menemukan kosmetika tanpa izin Balai POM beredar,” tambahnya.(Kontributor Bireuen, Desi Safnita Saifan/Kompas.com)

Editor: sanusi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas