Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Calon Wali Kota Diancam Pidana

Senin, 29 Juli 2013 19:06 WIB

Calon Wali Kota Diancam Pidana
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar siap menangkap calon wali kota dan wakil wali kota yang Panwas temukan kampanye berbau SARA (suku, agama ras, dan antargolongan) pada Pilwali Makassar periode 2014-2019.

Ketua Panwas Makassar Amir Ilyas, mengatakan, saat ini Panwas telah membentuk sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumundu) di Hotel Singgasana, Makassar, siang tadi. Gakkumundu beranggotakan polisi dan kejaksaan, berkantor di Panwas.

"Itu bertentangan dengan undang-undang, jika ditemukan maka kami langsung pidanakan, langsung ditangkap polisi, makanya sekarang ada Gakkumundu," kata Amir Ilyas usai MoU Gakkumundu.

Menurut Amir Ilyas, ke depan, Panwas tidak akan lamban lagi menangkap calon wali kota dan kubu masing-masing yang ditemukan melanggar. "Pokoknya langsung diseret polisi," tegas Amir Ilyas.

Beberapa hari terakhir, kampanye berbau sara bergumam, isu putra daerah, tidak perlu naturalisasi, jadi amunis calon bersangkutan menyerang lawan.

Fuad Bachmid Koordinator Komunitas Multi Etnis-Sinergy Makassar, mengatakan, Makassar adalah Kota dunia yang di dalamnya terdapat warga dari berbagai macam suku, tak hanya Bugis-Makassar, tapi Ada dari Jawa, Kalimantan, Papua, Maluku, NTT, Maluku Utara, NTB dan Sumatera, Buton, yang mendominasi hampir 30 persen kota pintu timur Indonesia ini.

Menurut Fuad, Makassar sudah menjadi rumah bersama yang nyaman dan indah seperti yang dicanangkan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

"Pernyataan Wali kota Makassar sudah sangat jelas, bahwa yang tinggal di Kota Makassar adalah semua orang Makassar yang multi etnis,

makassar adalah metropolitan Indonesia timur. Mari kita jaga keanekaragaman Makassar ini, jangan sampai pemimpin ke depan dikuasai oleh orang-orang yang hanya memprioritas etnis tertentu sehingga identitas Makassar sebagai Kota Dunia akan hilang sekejap," jelas Fuad kepada Tribun, Senin (29/7/2013). (Edi/Ilo)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas