Sabtu, 7 Maret 2015
Tribunnews.com

Asosiasi Siapkan Pengacara dari Jakarta

Rabu, 31 Juli 2013 20:28 WIB

TRIBUNNEWS .COM, DUMAI - Asosiasi Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kota Dumai mengancam akan menuntut Kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Sebab institusi tersebut dinilai melakukan penangkapan unprosedural terhadap kapal pembawa rotan beberapa waktu lalu.

Ketua Asosiasi Pelra Dumai, TM Zalek, Senin (29/7/2013) meminta Ditjen Bea Cukai dan Hubla bertanggungjawab. Dua institusi diminta untuk menindaklanjuti keluhan pengusaha pemilik rotan yang ditarik paksa petugas BC saat kapal tengah bersandar di dermaga di salah satu Pelra di Kecamatan Sungai Sembilan.

"Kita minta ketegasan dari dua institusi ini terhadap tindakan sepihak yang dilakukan dengan menarik paksa KLM Berkat Sejati GT 147 bermuatan 200 ton dan menyegel barang," katanya.

Berkaitan dengan persoalan ini, pemilik KLM Berkat Sejati telah menunjuk kuasa hukum dari Jakarta. Penunjukkan kuasa hukum tersebut adalah upaya untuk menempuh jalur hukum. Saat ini diakuinya pihak kuasa hukum telah mempersiapkan pendapat hukum yang ditujukan ke kantor BC Tanjung Balai Karimun.

Pemilik KLM Berkat Sejati melalui kuasa hukumnya A J Harris Marbun dan Partners pun menilai, dalam melakukan penangkapan, penyitaan barang muatan, memindahkan barang kapal ke kapal-kapal lain, memindahkan kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, BC Tanjung Balai Karimun tidak sesuai prosedur yang diamanahkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

"Dalam melakukan tindakan, terksan arogansi kesewenang-wenangan dalam melakukan penangkapan atau penahanan KLM Berkat Sejati tanpa didasari oleh surat apapun," tulis A J Harris Marbun dalam surat yang ditujukannya kepada Kantor BC Tanjung Balai Karimun.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas