• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Kejari Sintang Butuh Polisi Ungkap Kasus Korupsi Pembangunan RSUD Melawi

Minggu, 18 Agustus 2013 16:26 WIB
Kejari Sintang Butuh Polisi Ungkap Kasus Korupsi Pembangunan RSUD Melawi
NET

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Andre

TRIBUNNEWS.COM, MELAWI -Kejaksaan Negeri Sintang akan bekerjasama dengan pihak kepolisian resor Melawi dalam mengungkap kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Melawi.

Penegasan tersebut disampaikan kajari Sintang Moch Djumali beberapa hari lalu, saat datang ke Melawi lantaran kasus tersebut dianggap cukup besar.

“Ya, kita akan kerjasama dengan Polres Melawi untuk mengungkap kasus ini, karena memang kasusnya cukup besar, sementara personel kitakan cukup terbatas, makanya kita perlu kerjasama,” kata Kajari Sintang.

Sebagaimana diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan BPK menemukan adanya kerugian negara terhadap pembangunan rumah sakit tersebut. Kasus itu kemudian dilimpahkan oleh BPK untuk ditindak lanjuti.

Kendati disebut kasus tersebut cukup besar, kajari belum bersedia mengungkap berapa besar kerugian negara yang dimaksud. Kajari mengatakan, hal tersebut dapat terungkap setelah kasus itu dilakukan penyidikan secara mendalam.

“Ya belum tahulah, apalagi ini juga ditangani kejaksaan dan polres Melawi, jadi harus disesuaikan, kitakan tidak bisa menebak-nebak, nanti khawatirnya malah menimbulkan spekulasi macam-macam,” kilah kajari.

Sejumlah kasus lain juga sedang diupayakan penyelesaiaannya, kajari berharap semua pihak memberikan dukungan agar kasus tersebut bisa segera diselesaikan, antara lain kasus korupsi pembangunan stadion Melawi.

Kasat reskrim Polres Melawi AKP Joko Sulistiono mengatakan, pihaknya memang pernah diajak berkoordinasi oleh Kejaksaan Negeri Sintang untuk mengungkap kasus tersebut, namun sampai sejauh ini pelaksanaannya belum.

“Baru koordinasi pelaksanaannya belum, sebab kita juga kan masih menangani sejumlah kasus lain, seperti kasus PNPM dan kasus pembangunan gedung work shop, dua kasus itu kan sedang dalam tahap proses,” katanya.

Kasat mengatakan, sebagai aparat penegak hukum tentunya dia siap untuk mengungkap kasus tersebut bersama pihak kejaksaan, namun tidak bisa terburu-buru lantaran pihaknya juga harus menyelesaikan kasus yang lain. “Jadi kita belum bisa komentar banyak dulu,” katanya.

Editor: Widiyabuana Andarias
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2167931 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas