• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

BKD Sidrap: Waspadai Calo PNS

Jumat, 23 Agustus 2013 19:53 WIB
BKD Sidrap: Waspadai Calo PNS
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Sebanyak 1000 bidan PTT dari berbagai daerah di Indonesia berunjukrasa di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat, Senin (19/8/2013). Para bidan ini melakukan aksi di Bundaran HI untuk menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merevisi Keppres Nomor 77 Tahun 2000 tentang perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1994 tentang pengangkatan bidan sebagai pegawai tidak tetap menjadi PNS. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, SIDRAP  -- Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Sidrap, M Hijas berharap kepada masyarakat khususnya honorer dan pegawai tidak tetap di lingkup pemerintahan Kabupaten Sidrap, tidak terpancing dengan janji janji oknum tertentu yang mengaku bisa menjadikan mereka pegawai negeri sipil (PNS).

Hal tersebut diungkapkan Hijas, saat dikonfirmasi, melalui telepon selularnya, Jumat (23/8/2013), terkait maraknya pencatutan nama sejumlah pejabat Sidrap belakangan ini.

"Kami berharap agar masyarakat khususnya tenaga honorer tidak pempercayai oknum oknum tersebut,  apalagi jika menjanjikan mereka jadi  PNS. Karena ujung ujungnya akan meminta uang dalam jumlah banyak," kata Hijas.

Menurut Hijas, tak hanya mengaku dengan pejabat tertentu, biasanya para oknum tersebut, mengaku punya jaringan di BKD. "Jangan percaya, karena para oknum yang mengaku calo tersebut, hanya ingin mengambil keuntungan pribadi saja. Di BKD tidak ada pungutan tertentu," tegas Hijas.

Bahkan, menurutnya, tak jarang nama dia maupun bawahannya di BKD dicatut untuk meyakinkan calon korbannya. "Ini yang perlu kami tegaskan, kami tak pernah menyuruh orang atau membayar dalam jumlah tertentu,"katanya.

Ia menceritakan dua tahun lalu, ada beberapa warga yang menjadi korban aksi penipuan ini. Salah satunya dengan mencatut nama staf BKD. "Jangan sampai kasus dua tahun silam, terulang lagi," imbaunya.

Ia juga mengatakan saat ini ada banyak pegawai tidak tetap yang terdiri dari Tenaga Bantu (Naban), Tenaga Harian Lepas (THL), dan Honorer Daerah (Honda) yang belum menjadi PNS. Adapula yang sementara di proses menjadi CPNS melalui Kategori K2.

" Kalaupun ada penerimaan PNS, tentu akan dilakukan secara teransparan dan dimuat di media. Jadi jangan sampai ada yang dipengaruhi atau tergiur, apalagi jika ada informasi yang dianggap masih kurang, silahkan mendatangi langsung kantor BKD, semuanya kita lakukan secara terbuka," ujarnya.(ali)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2196441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas