• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Anas : Himpunan Pergerakan Indonesia, Wadah Orang Optimis

Senin, 26 Agustus 2013 16:06 WIB
Anas :  Himpunan Pergerakan Indonesia, Wadah Orang Optimis
Surya/Imam Taufiq
nas dan istrinya, serta Pasek dan istrinya naik becak ke makam Bung Karno

Laporan Wartawan Surya,Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Bak pasangan cabup atau cagub, Anas Urbaningrum, dan istrinya, Attiyah Laila, serta Gede Pasek Suardika dan istrinya, Senin (26/8) siang, menyapa rakyat Kota Blitar, dengan cara naik becak.

Mereka berangkat dari rumah Heru Sunaryanta, Ketua DPCKab Blitar, di Jl Batang Hari, Lingkungan Dimoro, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, menuju ke makam Bung Karno, di Kelurahan Bendogerit, yang berjarak sekitar 2,5 km.

Di belakangnya Anas sejumlah loyalitas Anas, dengan memakai seragam kaos yang bertuliskan himpunan pergerakan Indonesia, juga mengikutinya dengan naik becak juga.

Seperti Makmun Murod. Tak pelak, selama perjalanan, rombongan Anas itu jadi perhatian masyarakat. Suasana seperti itu tak disia-siakan Anas.

Anas pun menyapanya, dengan melambaikan tangan. Meski Anas tak sempat berhenti atau turun, namun masyarakat meresponsnya.

Seperti saat melintas di Jl Ir Soekarno, para pedagang aksesoris yang berada di sepanjang jalan menuju makam Bung  Karno, langsung meneriakinya dengan memanggil, mas Anas, mas Anas.

Anas pun membalasnya dengan senyum dan melaimbaikan tangannya.

Tiba di makam, Anas dan para loyalitasnya langsung masuk ke makam presiden pertama RI. Sekitar 20 menit berdoa di makam, Anas dan rombongannya tak langsung meninggalkan makam. Namun, ia masih menyempatkan diri menyapa para pengunjung,
termasuk banyak yang minta foto bersama.

"Saya nggak menyangka kalau bisa bertemu Pak Anas di sini. Mumpung bertemu, kami ajak foto bersama," tutur Ratna (30), asal Surabaya.

Ditanya apa saja agendanya datang ke Blitar dengan mengajak loyalisnya, selain menghadiri acara sarasehan budaya, yang digelar di Candi Penataran, Minggu (25/8/2013) malam kemarin, Anas mengaku tak ada.

"Ya, kepingin berziarah saja, mumpung lagi liburan ke Blitar," ungkapnya.

Saat Anas keluar dari makam sekitar pukul 12.30 WIB, para loyalisnya langsung meneriakkan yel-yel, hidup Anas, hidup Anas.

Anas pun hanya tersenyum dan menuju ke becaknya, kemudian kembali ke rumahnya Heru.

Seperti diketahui, Minggu (25/8) malam kemarin, Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), menghadiri acara sarasehan budaya, yang digelar para
loyalisnya di pelataran Candi Penataran, Kab Blitar.

Tampak juga, istrinya, Attiyah, Gede Pasek, anggota Komisi III DPRD, dan Irfan Gani, mantan Sekjen DPD Partai Demokrat  DKI, Makmun Murod, mantan pengurus DPP PD, serta beberapa loyalisnya yang ada di seluruh Indonesia.

Yunianto Wahyudi, ketua panitia sarasehan ini mengatakan, acara ini selain halal bihalal, juga sekalian silaturahim antarsimpatisan Anas di seluruh Indonesia. Mulai Maluku,  Yogjakarta, Bali.  

Para peserta yang hadir, semuanya memakai kaos putih berkra merah dan di dada sebelah kiri terdapat tulisan "Himpunan Pergerakan Indonesia".

"Kebetulan suasananya masih Idul Fitri, kami pulang kampung. Rupanya, teman-teman saya, seperti Murod, Mai Muara Tandu, pingin tahu rumah saya yang di kampung. Jadi tak ada urusannya dengan Cikeas, Cikini, Cilicing. Ini karena teman-teman ingin tahu rumah saya, ya saya perbolehkan,"  ujarnya.

Menurut Anas, kebetulan saat dirinya pulang kampung, teman-temannya membuat wadah perkumpulan, yang diberi nama Himpunan Pergerakan Indonesia.

Itu merupakan ajang silaturahmi.

"Itu gagasan teman-teman seluruh Indonesia, dan saya hanya andarbeni saja. Nanti, itu sebagai wadah untuk menjalin silaturahim," ungkapnya.

Ditambahkannya, himpunan pergerakan Indonesia ini merupakan wadah orang-orang yang optimis. Sebab, Indonesia bisa maju dan sukses itu karena adanya pergerakan orang-orang yang optimis untuk maju. Kita bisa sukses dan mendeka, karena adanya pergerakan orang-orang optimis merdeka.

"Kita bisa maju ini bukan karena pujian atau kekayaan karena pergerakan orang yang optimis. Jadi, kami di sini bukan butuh disanjung, dipuji," pungkasnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2205792 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas