Rabu, 6 Mei 2015
Tribunnews.com

IDI Jateng: Dokter Ali Maimun Tidak Melanggar Kode Etik

Rabu, 4 September 2013 18:50 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah, dokter Joko Widyarto menyatakan, bila dokter Ali Maimun, sudah melewati serangkaian pemeriksaan. Hasilnya, menurut Joko, Kepala Puskesmas Wedung, Demak, yang diberitakan dan diduga melakukan mal praktik itu telah lolos atau tidak ada pelanggaran etika.

Pemeriksaan itu terkait meninggalnya seorang pasien Ali Maimun,  Siti Sundari (37), warga Kenduren RT 03 RW 02, Wedung, Demak, beberapa waktu lalu, akibat dugaan mal praktik.

"Kalau dalam kedokteran, kami tidak mengenal istilah mal praktik. Adanya apakah dokter itu melanggar ranah etika, disiplin, atau hukum. Sementara kewenangan kami dari IDI Jateng adalah melakukan test di ranah etika," kata Joko kepada Tribun Jateng, Rabu (4/9/2013).

Dia mengungkapkan, terdapat 21 pasal di dalam kode etik kedokteran. Di antaranya meliputi kewajiban umum, kewajiban tenaga masyarakat, kewajiban sejawat dokter, dan kewajiban terhadap diri sendiri. Sementara Dokter Ali Maimun telah melewati serangkaian pemeriksaan terkait ke 21 pasal kode etik tersebut. Ali Maimun hingga saat ini masih diperbolehkan membuka praktik seperti biasanya.

"Kalau informasi yang saya peroleh, yang bersangkutan tidak ada masalah atau pelanggaran saat melakukan profesinya sebagai dokter. Kalau dia memberi obat kemudian timbul reaksi, itu di luar kemampuan dokter. Apalagi pasien sempat sehat di rumahnya," ujar Joko.

Halaman12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas